Kamis, 28 Mei 2026

Ramadhan 2024

Bukan Haid Tapi Pengaruh KB, Apa Hukum Puasa Bagi Wanita yang Mengeluarkan Darah?Ini Kata Buya Yahya

Bukan haid, apa hukum wanita berpuasa namun masih mengeluarkan darah karena pengaruh alat kontrasepsi KB?

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Buya Yahya Menjelaskan Terkait Hukum Puasa Wanita yang Mengeluarkan Darah. 

5. Darah tidak didahului oleh kelahiran.

Baca juga: Tukang Bangunan Tak Puasa karena Mengerjakan Rumah, Buya Yahya Jelaskan Hukum Bagi Pemilik Rumah

Selain itu, beberapa hal juga yang perlu diketahui, seperti :

1. Paling sedikitnya nifas adalah setetes

2. Paling banyak nifas adalah 60 hari

3. Umumnya darah nifas adalah 40 hari

Adapun kaedah-kaedah untuk mengetahui darah nifas menurut Buya Yahya adalah :

1. Darah keluar setelah kelahiran janin atau bakal janin.

2. Bersihnya rahim dari kandungan.

3. Darah keluar sebelum berlalunya 15 hari saat melahirkan.

4. Darah keluar tidak boleh melebihi 60 hari dari saat melahirkan.

5. Waktu darah terputus tidak boleh melebihi 15 hari.

Terakhir kata Buya, jika memang terbukti dengan rumus itu jika haid darah dan nifas maka hukum puasanya adalah tetap sah dan istihadhah darah maka wajib wajib dan wajib shalat, karena pada hakikatnya dia tidak haid dan nifas.

"Dalam masalah melihat melihat buku kami “Fiqih Haid Praktis”. Wallahu a'lam bish-shawab," pungkas Buya Yahya.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved