Kupi Beungoh
Bangga Menjadi Dosen
Pengorbanan dan perjuangan seorang dosen dalam ikhtiar mendidik generasi dan mencerdaskan bangsa, tentu sebuah kehormatan.
Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag
Berangkat pagi pulang sore, dengan agenda kegiatan setiap hari sudah jelas penuh, bahkan sering tidak cukup waktu, namanya juga dosen, keren kan kawan?
Dengan laptop, tas ransel tak pernah lepas selalu tergantung di punggung, lengkap dengan buku referensi di tangan, gambaran seorang yang pinter dan cerdas, apalagi kalau kaca mata menempel di jidat atau nongkrong di atas kepala, menggambarkan sang kutu buku yang hendak memasuki ruangan kuliah untuk mengajar, untuk mengisi seminar, pelatihan, workshop atau segala macam kegiatan dalam rangka mendidik generasi, mencerdaskan bangsa. Apa tidak bangga menjadi dosen?Jelas dong bangga menjadi dosen, meski kata orang hidup seorang dosen tidak sejahtera.
Tugas Utama Dosen
Tugas pertama dan utama seorang dosen adalah mengajar dan mendidik. Mengajar itu adalah transfer ilmu kepada mahasiswa sehingga mahasiswa-mahasiswi kompeten dibidangnya. Mendidik itu menjaga fitrah mahasiswa, menjaga mahasiswa agar tetap memiliki akhlak dan prilaku yang baik serta ta'at kepada Allah SWT.
Dalam proses mengajar seorang dosen dapat membuat anak didiknya memiliki kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik sesuai bidang masing-masing yang diminati, dalam proses mendidik seorang dosen dapat membentuk seorang mahasiswa memiliki kompetensi sosial dan kepribadian yang baik. Sebuah pekerjaan yang sangat mulia bukan? Saya rasa tidak semua orang bisa melakukannya, kecuali dosen dan guru.
Tugas kedua adalah masuk ruang kuliah sesuai jadwal rutin diroster? Mulai dari satu ruang kuliah pindah ke ruang kuliah lainnya setiap harinya, ada yang ngajar dari hari senin sampai senin kembali, sabtu minggu juga mengajar ada yang sampai malam masih di kampus, dengan jumlah SKS ada yang 12 SKS ada yang 24 SKS.
Terbayang tidak kawan? Gimana cara mengajarnya, cara belajarnya, atau cara menyiapkan bahan mengajarnya dengan agenda kegiatan yang begitu banyak? Pada waktu yang sama dan tidak bisa ditunda, ada tugas lain yaitu tugas administrasi seperti mempersiapkan bahan BKD. Jikalau tidak siap itu bahan, maka seorang dosen tidak bisa mendapatkan uang sertifikasi, itu artinya tidak bisa bayar cicilan segala macam perkreditan, tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup.
Ada juga tugas menyiapkan bahan SKP kalau tidak selesai pada waktu yang di tetapkan siap-siap dapat teguran dari kepegawaian atau pimpinan.
Tugas ketiga adalah mewakili orang tua dalam membimbing mahasiswa selama mereka di kampus, yang istilah keren disebut dosen wali. Dosen wali adalah seorang dosen yang menjadi orang tua mahasiswa selama mengikuti perkuliahan, dosen wali adalah orang tua di kampus. Tugas dosen wali adalah membantu mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan, tempat curhat, tempat konsultasi, tempat diskusi segala permasalahan yang terjadi selama mereka mengikuti perkuliahan.
Tugas keempat seorang dosen adalah membimbing proposal skripsi, bimbing skripsi, bimbing tesis, bimbing disertasi, ditambah dengan sidang skripsi, tesis dan disertasi. Jika s1 ada 1 kali sidang skripsi , yang s2 ada 2 kali sidang tesis (seminar hasil dan sidang tesis), yang s3 ada 3 kali sidang disertasi ( sidang hasil, sidang tertutup dan promosi).
Tugas kelima, dosen punya tugas meneliti dan menulis di jurnal yang bereputasi Nasional dan International untuk pengembangan ilmu. Tentunya ini baru bisa dilakukan oleh dosen, apabila dosen tersebut rajin membaca dan melakukan penelitian lapangan.
Sambil mengajar, sambil membimbing mahasiswa, sambil mempersiapkan bahan ajar, sambil memeriksa tugas, dosen harus menyempatkan diri membaca buku, membuat penelitian lalu menulis jurnal. Ini ken luar biasa? Memiliki kemampuan yang tidak dimiliki semua orang.
Tugas keenam, pada waktu yang sama seorang dosen harus dan wajib melakukan tugas pengabdian masyarakat, baik di tingkat daerah, maupun di tingkat nasional dan International.
Coba, apa gak keren jadi dosen? Dosen harus serba bisa, harus punya tenaga dan kecerdasan tingkat Malaikat pastinya? Kalau tidak, pasti berabe dan babak belur. Dosen harus punya kesabaran yang luar biasa, kalau tidak? mahasiswa gak selesai-selesai kuliahnya karena tidak sabar membimbingnya. Gak usah kita hitung dengan tugas rumah jika dosen nya perempuan atau tugas jemput anak bagi dosen laki-laki. Pasti gak sanggup mikir, cuman sanggup menjalani sebagai pilihan hidup, tugas mulia mendidik generasi penerus bangsa.
| Serambi Indonesia Cahaya yang tak Padam di Era Digital |
|
|---|
| Ekoteologi Islam: Peringatan Iman atas Kerusakan Lingkungan dan Bencana Ekologis Aceh |
|
|---|
| Duka dan Air Mata Rakyat Aceh Dibalik Usaha Membersihkan Rumah Pasca Banjir Bandang |
|
|---|
| Simpang Lima di Kala Malam: Refleksi tentang Keindahan, Ketertiban, dan Identitas Aceh |
|
|---|
| Diaspora Aceh di Malaysia, Cahaya Persatuan di Tengah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-S-Ag-MAg-Dosen-Pascasarjana-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)