Salam

Trans Koetaradja Sinyal Baik dari APBA

Kini, setelah APBA disahkan pekan lalu, roda-roda Trans Koetaradja pun kembali berputar. Semoga ini menjadi pertanda baik bagi berputarnya perekonomia

Editor: mufti
For Serambinews.com
Angkutan massal Trans Koetaradja yang dipasangi stiker sejumlah atraksi wisata, destinasi, seni budaya, dan kuliner Aceh. 

SATU unit bus Trans Koetaradja berjalan pelan di kawasan Simpang Lima Banda Aceh, Kamis (21/3/2024). Tidak banyak penumpang memang, karena itu adalah hari pertama angkutan massal ini beroperasi, setelah sempat berhenti beroperasi se-lama lebih kurang 2,5 bulan.

Pengguna kenderaan pribadi, memang tidak begitu peduli de-ngan keberadaan bus ini. Tapi, bagi yang jeli, wara-wirinya bus ini di jalanan Kota Banda Aceh, merupakan pertanda baik bah-wa ekonomi Aceh akan segera berputar kembali.

Ah, yang benar? Informasi dihimpun media ini dari beberapa kalangan menye-butkan, beroperasinya kembali angkutan Trans Koetaradja tidak lepas dari pengesahan APBA 2024 pada pekan lalu. Sehingga biaya operasional yang sudah dianggarkan untuk angkutan itu sudah bisa digunakan pada beberapa hari ke depan.

Untuk diketahui, Trans Koetaradja adalah moda transportasi massal yang melayani kawasan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Diluncurkan oleh Pemerintah Aceh sejak tahun 2016 lalu, bus ber-AC ini tidak memungut biaya dari penumpang, alias gra-tis, dari awal hingga sekarang.

Mulanya, hanya ada satu koridor dengan jumlah armada 25 unit yang melayani penumpang dari pusat kota (Masjid Raya Ba-iturrahman) tujuan kampus Darussalam. Seiring waktu berjalan, armada bus terus bertambah. Saat ini, ada enam koridor utama dan lima koridor feeder atau pengumpan dengan total armada 59 bus Trans Koetaradja, terdiri atas 25 bus ukuran besar dan 34 bus ukuran sedang.

Biaya operasional Trans Koetaradja menggunakan anggaran pendapatan belanja Aceh (APBA) di bawah UPTD Angkutan Mas-sal Trans Kutaradja pada Dishub Provinsi Aceh. Anggaran ope-rasionalnya lebih kurang Rp 9 miliar per tahun, termasuk untuk gaji 110 orang tenaga kerja.

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno, memuji ko-mitmen Pemerintah Aceh dalam melayani transportasi gratis dan berkualitas bagi warganya. "Di Indonesia itu ada dua kota yang transportasi umumnya gratis, tapi tidak banyak masyarakat tahu. Salah satunya Aceh yang masih konsisten," ungkap Djoko Setijo-warno, dilansir dari Kompas.com, Jumat (5/1/2024).

Nah, karena operasionalnya bergantung pada APBA, maka Trans Koetaradja ini akan berhenti beroperasi jika APBA macet. Seperti pada awal tahun ini, ketika eksekutif dan legislatif be-lum ada kata sepakat soal APBA, Trans Koetaradja pun tidak bisa bergerak.

Terakhir kali bus ini melayani penumpang pada 31 Desember 2023 lalu. Setelah itu, semua unit bus masuk ke depo di Kom-pleks Terminal Batoh untuk dilakukan pemeriksaan kelaikan. Langkah itu supaya semua bus dalam kondisi layak dan siap ja-lan saat melayani penumpang.

Kemudian, pihak Dishub Aceh melanjutkan melakukan ten-der untuk ditentukan operator bus tersebut dalam tahun ini. Na-mun, meski pemenang tender sudah ada, mereka belum bisa mengoperasikan bus, karena rekanan harus melakukan penan-datanganan kontrak dengan Pemerintah Aceh. Sedangkan regu-lasinya, kontrak dapat diteken jika APBA sudah disahkan.

Kini, setelah APBA disahkan pekan lalu, roda-roda Trans Koetaradja pun kembali berputar. Semoga ini menjadi pertanda baik bagi berputarnya perekonomian Aceh.

"Insya Allah minggu depan sudah bisa kita lakukan pencairan terkait dengan kegiatan-kegiatan ataupun kewajiban pada APBA 2024. Begitu juga dengan pembayaran gaji tenaga kontrak," ungkap Plh Sekda Aceh, Azwardi yang dihubungi Serambi, Ka-mis (21/3/2024) malam.

POJOK

APBA cair minggu depan
Kabar yang ditunggu-tunggu, semoga tak bergeser lagi

Pj Gubernur ajak Garuda Indonesia dukung PON XXI
Kita tunggu wujud nyata dukungan Garuda Indonesia

69 Rohingya dievakuasi di laut, kapal pengangkut hilang jejak
Kalau ini, bukan kabar yang ditunggu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved