Kamis, 23 April 2026

Info Singkil 

Sejarah Singkat Masjid Baiturrahim Singkil

Sebagai kenangan jika di lokasi itu pernah berdiri masjid bersejarah di Aceh Singkil, satu tiang dibiarkan berdiri. Walau telah berdiri masjid...

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
asjid Baiturrahim lama di Desa Pasar, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. 

Sebagai kenangan jika di lokasi itu pernah berdiri masjid bersejarah di Aceh Singkil, satu tiang dibiarkan berdiri.  Walau telah berdiri masjid Baiturrahim yang baru.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Masjid Baiturrahim di Desa Pasar, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, mulanya berada di Singkil Lama. 

Sebuah kota pelabuhan di sebelah barat Singkil Baru atau New Singkil yaitu Singkil masa kini. 

Tepatnya di sekitar muara Singkil Lama, yang kini bisa terlihat dari jalan menuju Kayu Menang, pasaka jembatan Kilangan-Kayu Menang, fungsional awal 2023 lalu. 

Di Singkil Lama, Masjid Baiturrahim didirikan tahun 1256 Hijriah atau 1836 Masehi. 

Bangunan menggunakan kontruksi kayu kapur, meranti laut dengan atap daun rumbia dan ijuk.

Selain tempat shalat, masjid berfungsi sebagai tempat belajar agama Islam serta musyawarah masyarakat. 

Sayang, bandar Singkil Lama, luluh lantak akibat geloro_ semacam gempa tsunami akhir abad ke-18 atau sekitar 1883.

Sehingga tidak memungkinkan untuk terus menjadi tempat tinggal. 

Masjid Baiturrahim baru, di Desa Pasar, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil. Letaknya dibelakang bekas masjid Baiturrahim lama.

Masjid Baiturrahim lama di Desa Pasar, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil
 (SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI)

Baca juga: Pantai Cemara Indah Singkil Utara Pilihan Libur Idul Fitri Mendatang, Cek Harga Tiketnya di Sini

Datuk Abdurrauf sebagai pemimpin pada masa itu memutuskan pindah ke New Singkil, tepatnya di Desa Pasar, Kecamatan Singkil pada awal abad ke-19. 

Di Singkil Baru, atas prakarsa Datuk Abdurrauf, masjid Baiturrahim kembali didirikan di sebelah timur rumahnya pada tahun 1909.

Arsitektur masjid bergaya Timur Tengah berpadu Melayu Kuno dengan konstruksi bangunan dari kayu kapur, rasak, meranti, beratap seng dan lantai beton.

Ukurannya 17x17 meter sesuai kebutuhan berdasarkan jumlah umat Islam kala itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved