Ustaz di Pandeglang Dikeroyok OTK, Dipukul setelah Turun dari Mobil, Abuya Muhtadi Turun Gunung
Korban dikeroyok di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten.
SERAMBINEWS.COM - Seorang ustaz bernama Muhyi dikeroyok orang tak dikenal (OTK), Senin (1/4/2024).
Korban dikeroyok di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten.
Seorang pria berinisial RS diamankan karena diduga ikut melakukan pengeroyokan.
RS adalah warga Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatra Utara.
Sementara itu, Muhyi menceritakan apa yang dialaminya.
Pengeroyokan bermula ketika Muhyi dan keluarganya hendak pulang.
“Di mobil ada adik saya kebetulan istri, teteh, dan umi."
"Ketika sampai Baros, setelah lewat Polsek Baros, pas di Desa Sukamanah itu ada kerumunan motor ada kemacetan," ujarnya, dikutip dari TribunBanten.com.
Baca juga: Pria di Aceh Timur Dikeroyok, Alami Pendarahan di Kepala hingga Dilarikan ke RS
Adik Muhyi yang bernama Ilham yang juga saat itu sedang menjadi sopir kemudian melaju pelan karena banyak orang yang berkumpul saat itu.
"Kami menganggap ini mungkin ada tawuran, atau balap motor."
"Ketika kita akan melintas, dia orang itu langsung menyerang," ujarnya.
Kaca spion mobil milik Muhyi pun dihancurkan oleh OTK tersebut.
"Jebret, kan saya kaget ada apa ini. kami kaget langsung bergegas karena kami bawa umi, istri, ade, yang jelas kami masih syok kaget ada apa ini," katanya, dikutip dari TribunBanten.com.
Muhyi dan Ilham pun turun menghampiri pelaku perusakan mobil.
Namun, setelah turun dari mobil, keduanya justru dikeroyok oleh para pelaku.
“Langsung menepi langsung menggebukin aja. Pertama digebukin kan adek saya sopir, ngejar supir ditonjok, dijambak, digebukin, saya kan keluar dari pintu sebelah kiri,” katanya.
Beberapa warga sekitar pun sempat menghampiri untuk melerai.
Namun, warga yang melerai justru ikut dipukuli oleh pelaku, hingga pada akhirnya seorang pelaku bisa diamankan.
"Setelah kita tangkap satu orang, kita amankan di Polsek Baros," tambahnya.
Baca juga: Viral Pemuda Bulukumba Dikeroyok di Pasar, Ngaku Sakit Hati, Begini Nasib Pelaku
Terjadi Aksi Sweeping
Setelah mendengar adanya seorang ustaz dikeroyok, massa dari organisasi masyarakat (Ormas) di Provinsi Banten, melakukan swiping pada sejumlah oknum lembaga keuangan pasca kejadian.
Mereka melakukan swiping di Kabupaten Serang dan Pandeglang.
Aksi swiping tersebut, dilakukan untuk mencari pelaku pengeroyokan yang diduga merupakan pegawai bank keliling.
Masih mengutip Tribun Banten, mereka tak terima, pegawai bank keliling ini diduga melakukan pengeroyokan kepada Ustaz Muhyi warga Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.
Pihak kepolisian pun berhasil membubarkan aksi swiping ormas yang dilakukan di wilayah Kecamatan Baros.
Di sisi lain, Polres Pandeglang melakukan siaga satu buntut aksi swiping yang dilakukan kelompok organisasi masyarakat.
Kapolres Pandeglang menjelaskan, pihaknya langsung mengumpulkan anggota untuk melakukan siaga satu.
"Kemudian kami kerahkan menuju titik-titik yang akan dijadikan lokasi swiping oleh rekan-rekan ormas," kata Oki kepada wartawan, Selasa (2/4/2024).
Kapolres Pandeglang AKBP Oki Bagus Setiaji pun langsung mengumpulkan anggota.
"Kemudian kami kerahkan menuju titik-titik yang akan dijadikan lokasi swiping oleh rekan-rekan ormas," kata Oki kepada TribunBanten.com, Selasa (2/4/2024).
Kini kasus pengeroyokan ditangani oleh Polres Serang Kota.
"Kasus pengeroyokan ditangani oleh Polresta Serang Kota karena ada di Baros."
"Kita hanya mencegah terjadinya kerusuhan di Pandeglang," katanya.
Abuya Muhtadi Dimyati Turun Gunung
Ulama Abuya Muhtadi Dimyati turut menyoroti insiden pengeroyokan terhadap seorang Ustaz di Pandeglang, Banten, pada Senin (1/4/2024) sekitar pukul 22.30 WIB.
Peristiwa pengeroyokan itu tepatnya terjadi di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Pasca kejadian, Pimpinan Pondok Pesantren Roudotul Ulum Cidahu, Abuya Muhtadi turun gunung untuk mencegah aksi swiping sekelompok ormas di Pandeglang.
Hal itu terlihat ketika Abuya Muhtadi turut hadir bersama para ketua ormas, dan tokoh pemuda di halaman Polres Pandeglang, Selasa (2/4/2024).
Menurut Kapolres Pandeglang, AKBP Oki Bagus Setiaji, pihaknya langsung mengundang para ketua ormas, tokoh agama dan pemuda untuk hadir di Mako Polres pandeglang saat terjadi aski swiping.
Termasuk ulama asal Pandeglang, Abuya Muhtadi Dimyati.
"Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan akibat aksi swiping itu," kata Oki kepada wartawan, dilansir TribunBanten.com.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Oku, Abuya Muhtadi memberikan himbauan pada para ketua ormas dan masyarakat Pandeglang, agar tidak terprovokasi pada masalah yang ada.
"Beliau juga menyampaikan biarkan kepolisian yang menegakan aturan sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya.
Oki menyebut, ormas yang melakukan swiping mau mendengarkan imbauan dari Abuya Muhtadi.
Kondisi Kabupaten Pandeglang pun dinilai kondusif.
"Alhamdulillah para ormas mau mendengar sepuh Pandeglang (Abuya Muhtadi), sehingga aksi swiping itu dihentikan," ungkap Oki.
Polisi Amankan 1 Orang
Atas kejadian tersebut, anggota Polsek Baros mengamankan seorang pria berinisial RS karena diduga melakukan pengeroyokan.
RS merupakan warga Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara.
Kasi Humas Polresta Serang Kota, Kompol Iwan Sumantri, menduga pelaku pengeroyokan merupakan oknum.
"Pengeroyokan terhadap Muhyi beserta 1 orang temannya dilakukan oleh sekelompok orang," ungkapnya.
Namun, Iwan menyebut, aksi pengeroyokan tersebut dapat direndam setelah warga mendatangi tempat kejadian perkara untuk melerai.
"Kasus ini masih kami dalami dan satu orang pelaku telah diamankan di Polsek Baros," lanjut Iwan.
Kronologi Kejadian
Kejadian berawal saat Muhyi bersama keluarga sedang mengendarai mobil menuju pulang ke rumah setelah dari rumah sakit di wilayah Pandeglang.
Lantas Muhyi menjelaskan, ia melihat kerumunan orang di jalan.
“Di mobil ada adik saya kebetulan istri, teteh, dan umi. Ketika sampai Baros, setelah lewat Polsek Baros, pas di Desa Sukamanah itu ada kerumunan motor ada kemacetan,” katanya.
Kemudian, karena melihat banyak motor terparkir, mobil yang disopiri adiknya bernama Ilham melaju pelan.
“Kami menganggap ini mungkin ada tawuran, atau balap motor. Ketika kita akan melintas, dia orang itu langsung menyerang,” ceritanya
Tiba-tiba, mobil yang dikendarai Muhyi diserang oleh sekelompok orang.
Mereka menghancurkan spion sebelah kiri menggunakan helm.
“Jebret, kan saya kaget ada apa ini. kami kaget langsung bergegas karena kami bawa umi, istri, ade, yang jelas kami masih shock kaget ada apa ini," ungkap Muhyi.
Sontak Muhyi beserta Ilham turun menghampiri pelaku pengrusakan mobil.
Namun, mereka langsung dikeroyok oleh para pelaku.
“Langsung menepi langsung menggebukin aja. Pertama digebukin kan adek saya sopir, ngejar supir ditonjok, dijambak, digebukin, saya kan keluar dari pintu sebelah kiri,” katanya.
Beruntung, para warga pun langsung menghampiri untuk melerai pertikaian.
Namun, menurut Muhyi, warga yang ikut melerai justru dihajar juga oleh pelaku.
Hingga salah satu pelaku berhasil ditangkap
Baca juga: Ternyata, Mobil Rp 25 Milyar Milik Sandra Dewi Nunggak Pajak Rp 101 Juta, Kini Disita Kejagung
Baca juga: Polisi Tangkap 4 Penyelundup Rohingya
Baca juga: Berikut Ada 8 Tips Diet Sehat saat Berpuasa versi Dokter Riza Jayanti
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Detik-Detik Ustaz di Pandeglang Dikeroyok OTK, Dipukul setelah Turun dari Mobil
Remaja Pria di Pidie Aceh Dipaksa Layani Nafsu Pria Dewasa, Ancaman Pelaku Buat Korban Trauma |
![]() |
---|
Sosok Ustaz Evie Effendi Diduga Aniaya Anak Perempuannya, Pernah Dipenjara, Ibu Tiri Pukul Korban |
![]() |
---|
Kehancuran Rumah Sakit Nasser Gaza usai Serangan Ganda Israel, 22 Orang Tewas Termasuk 5 Jurnalis |
![]() |
---|
Prajurit TNI Aniaya 2 Warga Pekanbaru, 1 Orang Tewas, Korban Dipukul Pakai Senjata Api dan Cangkul |
![]() |
---|
Intel Polisi Brigadir Esco Faska Diduga Dibunuh, Hasil Otopsi Terungkap: Ada Tanda Kekerasan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.