Serambi Ramadhan
Lima Keutamaan Puasa Syawal
Sedangkan bagi mereka yang masih mempunyai tanggungan puasa karena sakit, musafir, atau lainnya maka hukum puasa Syawal menjadi makruh.
SERAMBINEWS.COM - Tidak terasa kita sudah memasuki 5 hari terakhir puasa wajib Ramadhan. Setelah ini hanya aka nada puasa sunnah.
Puasa sunnah yang di syariatkan selain Puasa di bulan Sya’ban, Puasa Tasu’a dan Asyura (Muharram), Puasa hari Arafah, Puasa Dawud, Puasa Senin dan Kamis, dan puasa Ayyamul Bidh adalah Puasa enam hari di bulan Syawal atau biasa disebut Puasa Syawal.
Puasa Syawal adalah puasa sunnah bagi umat Islam yang tidak memiliki utang atau tanggungan puasa di bulan Ramadhan atau puasa wajib lainnya.
Sedangkan bagi mereka yang masih mempunyai tanggungan puasa karena sakit, musafir, atau lainnya maka hukum puasa Syawal menjadi makruh.
Selain itu, berubah status menjadi haram juga apabila dilakukan oleh mereka yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan atau puasa wajib lainnya karena kesengajaan atau alasan yang sah.
Oleh karena itu kita harus menunaikan ibadah wajib terlebih dahulu, baru kemudian menjalankan ibadah sunnah puasa syawal.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Tgk Junaidi SH MAg selaku Pengurus ISAD Aceh saat menjadi narasumber dalam program Serambi Ramadhan, yang tayang di Youtube Serambinews, dipandu presenter Siti Masyithah, Jumat (5/4/2024).
Program ini merupakan program khusus yang diadakan Serambi Indonesia selama bulan ramadhan, bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh dan didukung oleh Bank Aceh Syariah.
Acara ini hadir setiap hari selama bulan Ramadhan mulai pukul 15.00 WIB, disiarkan secara live di YouTube Serambinews.
Tgk. Junaidi menjelaskan kapan sebaiknya melakukan puasa Syawal.
Sebagaimana namanya dilaksanakan pada bulan syawal namun, haram menunaikannya pada tanggal 1 syawal karena bertepatan dengan hari raya idul Fitri.
Karena larangan (haram) untuk berpuasa pada 5 hari yaitu bertepatan pada 2 hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dan puasa 3 hari tasyrik (11, 12, 13 hari Idul adha).
Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa syawal yaitu pada 2 syawal hingga selesai 6 hari. Boleh secara berurutan maupun berselang hari kapan waktu disenangi selama masih dalam bulan Syawal.
Tgk. Junaidi juga menjelaskan keutamaan puasa Syawal yaitu Sebagaimana yang dinukilkan oleh Syekh Ibrahim al-Baijuri dalam kitabnya, Hasyiyatul Baijuri 'ala Syarhil Allamah Ibni Qasim Juz 1, Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya berjudul Lathaif al-Ma'arif fima li Mawasim al- 'Am min al-Wadhaif terdapat 5 keutamaan menunaikan ibadah puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal sebagaimana berikut ini:
Pertama, keutamaan puasa Syawal adalah sebagai penyempurna terhadap puasa Ramadhan. Sebagaimana shalat sunnah Rawatib sebagai penyempurna shalat wajib lima waktu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tgk-Junaidi-SH-MAg-menjadi-narasumber-dalam-program-khusus-Serambi-Ramadhan.jpg)