Breaking News

Konflik Palestina vs Israel

Ketar-ketir Israel Cegah Rencana Pengadilan PBB Tangkap PM Netanyahu dan Kastaf IDF Herzi Halevi

Israel ketar-ketir menegah rencana Pengadilan PBB yang dikabarkan segera menangkap PM Benjamin Netanyahu, hingga Kepala StafIDF Herzi Halevi.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/media sosial
Pengguna di platform media sosial mengklaim bahwa Netanyahu melarikan diri dengan "pesawat Kiamat" yang diduga meninggalkan Israel dan menjadi satu-satunya pesawat yang muncul di radar. Israel ketar-ketir menegah rencana Pengadilan PBB yang dikabarkan segera menangkap PM Benjamin Netanyahu, hingga Kepala StafIDF Herzi Halevi. 

SERAMBINEWS.COM - Israel ketar-ketir menegah rencana Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) PBB yang dikabarkan segera menangkap Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Kepala Staf (Kastaf) IDF Herzi Halevi.

Salah satu sumbernya pemerintah Israel mengatakan, pihaknya melakukan upaya bersama mencegah rencana ICC yang dikhawatirkan akan mengeluarkan surat perintah penangkapan Netanyahu dan pejabat tinggi Israel lainnya.

Hal itu disampaikan sumber pemerintah Israel kepada The Times of Israel pada Minggu (28/4/2024).

Baca juga: Pengadilan PBB Segera Tangkap Perdana Menteri Israel Netanyahu, Parlemen AS Ngamuk

Baca juga: Diserang Pakai 300 Rudal dan Drone, AS Sebut Israel Salah Perhitungan Sudah Bunuh Jenderal Iran

Sumber pertama mengatakan fokus utama dari tuduhan ICC yang dikhawatirkan adalah bahwa Israel sengaja membuat warga Palestina kelaparan di Gaza.

Juru bicara internasional IDF, Nadav Shoshani memberikan pengarahan yang jarang dilakukan pada hari Sabat (hari libur Sabtu bagi Yahudi) kepada wartawan asing tentang dukungan Israel terhadap dermaga kemanusiaan sementara di lepas pantai Gaza.

Dia menggarisbawahi bahwa upaya negara tersebut untuk menumpulkan kampanye ICC.

 

 

Pejabat tersebut mengkonfirmasi laporan sebelumnya dari media berbahasa Ibrani bahwa Amerika Serikat adalah bagian dari upaya diplomatik terakhir untuk mencegah ICC bergerak maju.

Menulis untuk situs berita Walla, analis Ben Caspit mengatakan Netanyahu berada di bawah tekanan yang tidak biasa atas prospek surat perintah penangkapan terhadap dirinya dan warga Israel lainnya oleh pengadilan PBB di Den Haag.

Netanyahu memimpin dorongan tanpa henti melalui telepon untuk mencegah surat perintah penangkapannya dan para petinggi, yang terutama berfokus pada pemerintahan Presiden AS Joe Biden, Caspit melaporkan.

Analis Haaretz Amos Harel melaporkan bahwa pemerintah Israel bekerja dengan asumsi bahwa jaksa ICC, Karim Khan, minggu ini mungkin akan mengeluarkan surat perintah penangkapan petinggi Israel.

Baca juga: Iran vs Israel Hari Ini: Perang Berkecamuk, Warga Australia Didesak Pergi, AS Batasi Pergerakan

Mereka yang bakal ditangkap yakni PM Israel Netanyahu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Kepala Staf IDF Herzi Halevi.

Di tengah laporan tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Katz mengatakan pada hari Minggu bahwa Israel mengharapkan pengadilan untuk menahan diri dari mengeluarkan surat perintah penangkapan.

“Tidak ada yang lebih salah daripada mencoba mencegah Israel mempertahankan diri melawan musuh pembunuh yang secara terbuka menyerukan kehancuran Israel,” kata Katz dalam sebuah pernyataan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved