Berita Banda Aceh
YARA Desak Pj Gubernur Aceh Hadirkan Bank Konvensional: Hindari Kekacauan saat PON 2024 di Aceh
Di antara kekacauan yang mungkin terjadi adalah tidak tersedia ATM yang memadai, tidak ada uang di ATM, tidak ada kantor layanan bank konvensional.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Taufik Hidayat
Menurut Safaruddin, semakin banyak tersedia layanan perbankan di Aceh maka semakin bagus, persaingan bisnis akan terjadi, monopoli satu sistem layanan perbankan akan berakhir.
“Akan banyak sumber pendanaan usaha rakyat dengan tingkat persentase suku bunga yang kompetitif,”
“Bank adalah lembaga komersil yang mengedepankan laba, jadi biarkan rakyat memilih mana yang murah, mudah dan ramah,” ujar dia.
Safaruddin meminta agar elite Aceh untuk berpikir terbuka, rasional serta mampu bersaing secara global dan tidak mengisolasi Aceh dari pergaulan global.
“Saya membaca ada pihak yang menginginkan Aceh ini terpuruk dari pergaulan nasional dan global. Sedih sekali kita,” katanya.
Kata Safaruddin, Aceh adalah bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia sehingga jangan ada upaya mengisolasi Aceh dari pergaulan bisnis multinasional.
“Jangan bawa Aceh untuk hidup di bawah tempurung,” saran Safaruddin yang tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Syiah Kuala ini. (Serambinews.com/ar)
Takdir Feriza Hasan Dinobatkan sebagai Qari Terbaik Se-Asia Tenggara |
![]() |
---|
Aceh Kirim Sebanyak 87 Ribu Barel Kondesat ke Thailand |
![]() |
---|
Kapolresta Ingatkan Ancaman Pidana Bagi Pembakar Sampah Sembarangan |
![]() |
---|
Harumkan Nama Aceh, Ustadz Takdir Feriza Disambut Kalungan Bunga oleh Pemerintah |
![]() |
---|
Peringati Hari Jadi, Polwan Polda Aceh Gelar Upacara Ziarah di TMP |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.