Opini
Menggugat Pemilihan Majelis Pendidikan Aceh
Setelah itu diadakan musyawarah besar (Mubes) untuk memilih secara voting di antara calon-calon yang sudah terpilih pada waktu wawancara dan anggota p
Selanjutnya, dalam proses pelaksanaan pemilihan anggota komisioner MPA, strateginya jangan campur sari. Kalau memang ingin mencari kualitas anggota MPA, buatlah pengumuman secara transparan bagi siapapun yang memenuhi syarat untuk melamar dan mempresentasikan karya-karya dan strateginya meningkatkan kualitas pendidikan Aceh.
Bukan berdasarkan voting, yang melibatkan lobi-lobi politik yang sangat membuka peluang terjadinya kongkalikong dan politik dagang sapi.
Kalau begini caranya, lebih-lebih membolehkan orang-orang yang rangkap jabatan, kapan pendidikan Aceh bisa maju?
Akhir kata dan harapan untuk Gubernur Aceh supaya dapat membatalkan hasil pemilihan anggota MPA yang baru-baru ini sudah dilaksanakan lewat Mubes yang sarat dengan kepentingan.
Selanjutnya Gubernur membuat Pergub baru dan menggantikan Pergub lama yang mengatur tata cara pemilihan anggota MPA baru yang lebih transparan, bersih dan jujur. Membentuk panitia seleksi yang independen dan kredibel dengan tidak melibatkan anggota MPA lama untuk menghindari praktik KKN.
Pemilihan Majelis Pendidikan Aceh
Majelis Pendidikan Aceh
Pendidikan Aceh
Opini
Serambinews
Serambi Indonesia
| Transformasi Digital dan Stabilitas Makroekonomi Mesin Penggerak Pertumbuhan Ekonomi |
|
|---|
| Polri sebagai Penopang Harapan di Tengah Bencana |
|
|---|
| Belajar Sabar dari Aceh yang Terluka |
|
|---|
| Saat Pemimpin tak Hadir di Tengah Bencana: Dilema Etika Antara Hak Personal & Tanggung Jawab Publik |
|
|---|
| Aceh sebagai Pintu Gerbang Perdagangan Internasional, Mengaspirasi Pembangunan Dubai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nazaruddin-Ali-Basyah-6.jpg)