Arab Saudi Mulai Hapus Gambaran Negatif Israel di Kurikulum Sekolah, Zionis Mulai Diterima?

Arab Saudi mulai menghapus gambaran negatif tentang Israel di kurikulum sekolah, zionis mulai diterima?

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di sela penyelenggaraan KTT APEC di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Jumat (18/11/ 2022). Arab Saudi mulai menghapus gambaran negatif tentang Israel di kurikulum sekolah, zionis mulai diterima? 

SERAMBINEWS.COM - Arab Saudi mulai menghapus gambaran negatif tentang Israel di kurikulum sekolah, zionis mulai diterima?

Salah satu media zionis, Times of Israel melaporkan sebuah studi terhadap buku pelajaran sekolah di Arab Saudi.

Pihaknya menemukan peningkatan kemajuan dalam penggambaran Israel dan Zionisme oleh kerajaan tersebut.

Hal ini diklaim sebagai kelanjutan dari tren positif yang muncul dalam beberapa tahun terakhir.

Buku pelajaran untuk tahun ajaran 2023-2024 tidak lagi mengajarkan bahwa Zionisme adalah gerakan rasis Eropa, dan tidak lagi menyangkal sejarah kehadiran Yahudi di wilayah tersebut.

Demikian menurut penelitian yang diterbitkan minggu lalu oleh IMPACT-se, organisasi nirlaba yang memantau kurikulum pendidikan di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Ini adalah langkah kecil yang menunjukkan perubahan narasi terhadap Israel, dan menunjukkan lebih banyak toleransi dan keterbukaan,” kata Nimrod Goren, yang mengepalai Mitvim – Institut Kebijakan Luar Negeri Regional Israel, kepada The Times of Israel.

Baca juga: Israel Ancam Spanyol Tutup Konsulat Jika Layani Warga Palestina, Ini Respon Tenang Madrid

Baca juga: Tembakan Roket Hizbullah Bikin Israel Panik, Bakar 2.471 Ha di Utara Israel, Begini Kondisinya

Penunjukan Israel sebagai negara musuh telah dihapuskan, namun referensi terhadap pendudukan Israel masih dapat ditemukan.

Kemudian kurikulumnya masih menggarisbawahi komitmen Arab Saudi terhadap perjuangan Palestina.

Nama Israel masih tidak muncul di peta, namun nama Palestina yang sebelumnya mencakup seluruh wilayah Israel, kini telah dihapus sebagaimana sorotan laporan tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa jika Saudi menuju normalisasi, mereka melakukan semuanya sejalan dengan model UEA dan Bahrain,” tambah Goren.

 

 

Hal itu disampaikannya merujuk pada hubungan diplomatik yang dibangun dengan kedua kerajaan Teluk tersebut dalam kerangka Perjanjian Abraham pada tahun 2020.

Roket Hizbullah Bikin Israel Panik, Bakar 2.471 Ha di Utara Israel

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved