Opini

Kurban Ramah Lingkungan

Green kurban adalah konsep kurban ramah lingkungan dengan penggunaan wadah daging kurban dari bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti tas eumpang ya

Editor: mufti
IST
Dr Indayani SE MSi Ak CA CSRS, Dosen FEB USK, ICSP Practitioner 

Dr Indayani SE MSi Ak CA CSRS, Dosen FEB USK, ICSP Practitioner

TANGGAL 10 Dzulhijjah memiliki makna penting bagi umat Islam. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha yang dikenal juga dengan Hari Raya Kurban. Kurban bermakna melakukan sembelihan hewan kurban, merupakan bentuk ekspresi keimanan, ketakwaan, rasa syukur kepada Allah swt. Anjuran berkurban dalam surat Al-Kautsar: “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Ini bermakna berkurban adalah bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.Hikmah kurban juga mengajarkan kita sebagai bentuk empati dengan sesama manusia.

Sejarah kurban berawal dari pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, dimana Allah swt menguji Nabi Ibrahim AS melepaskan anak tercintanya untuk dikurbankan sebagai bentuk ketaqwaan kepada Allah swt. Jadi jika cintanya Nabi Ibrahim AS adalah anaknya sendiri, maka cintanya manusia saat ini dapat berbentuk kedudukan, jabatan, profesi, harta benda, harga diri, keserakahan yang dapat membelenggu manusia untuk bertaqwa kepada Allah swt.

Selanjutnya, hikmah pengorbanan Nabi Ismail AS adalah melepaskan kepentingan diri sendiri dengan bersedia disembelih atas ketaatannya kepada Allah swt. Inilah yang menjadi makna sejatinya Idul Kurban keikhlasan melepaskan kecintaan dan keikhlasan melepaskan ego dan kepentingan diri. Tumbuhnya sikap kesediaan berkurban dalam konteks sosial yang lebih luas, rela memberikan pengorbanan demi kemaslahatan ummah. Dengan demikian, kita bisa mengatakan bahwa berkurban merupakan inti dari kehidupan, membebaskan manusia dari sifat yang melekat dan meningkatkan rasa kepedulian sosial dan lingkungan.

Untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial dan lingkungan maka konsep berkurban hendaknya memilih hewan kurban terbaik dan kesehatannya terjamin untuk dikonsumsi, penyaluran tepat sasaran, dan tidak kalah pentingnya adalah ramah lingkungan. Bentuk rasa kepedulian ramah lingkungan salah satunya adalah green kurban (kurban hijau).

Green kurban adalah konsep kurban ramah lingkungan dengan penggunaan wadah daging kurban dari bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti tas eumpang yang terbuat dari anyaman daun pandan, besek, raga, jenis daun-daunan seperti daun jati dan daun pisang juga bisa sebagai pembungkus dan alasnya. Wadah ini bisa menjadi pengganti/alternatif kantong plastik pembungkus daging kurban yang lebih aman, tidak berbahaya untuk kesehatan dan dapat mempertahankan kualitas daging. Cara ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik yang tidak ramah lingkungan akibat dari distribusi kurban.

Penggunaan kantong plastik untuk pembungkus daging kurban sudah umum dilakukan pada masyarakat saat ini. Hal ini dianggap cara mudah dan praktis untuk mendistribusikan kurban. Namun sebenarnya penggunaan wadah plastik menghasilkan penumpukan plastik bekas dan dapat mencemari lingkungan. Plastik merupakan senyawa kimia yang membutuhkan waktu lama untuk terurai yang memberikan ancaman bagi makhluk hidup dan lingkungan.

Sampah plastik dapat mencemari tanah dan air. Bila tanah dan air tercemar tentu akan mengganggu ekosistem dan bencana. Dengan demikian, limbah plastik harus menjadi perhatian semua pihak, karena ini akan mengancam lingkungan sekitar kita. Kantong plastik juga berbahaya untuk kesehatan tubuh manusia karena mengandung logam berat timbal, sehingga penggunaan wadah ramah lingkungan lebih aman bagi kesehatan. Larangan penggunaan plastik untuk wadah pangan juga sudah sejak lama diimbau oleh Badan Pengawasan Makanan dan Obat (BPOM).

Tas eumpang yang terbuat dari daun pandan kering sebenarnya wadah yang sudah lama dipakai oleh masyarakat Aceh sebelum ada kantong plastik. Penggunaan tas eumpang merupakan tradisi masyarakat Aceh sebagai wadah membawa beras saat melayat, hajatan dan wadah perlengkapan saat ke sawah.

Ada pribahasa Aceh kuno yang dilabeli untuk ini "Limoeng boh mok, Limoeng boh reugam, Limong boh jeumpet Breuh, Eumpang gampet". Namun demikian, tas eumpang gampet ini sudah jarang digunakan oleh masyarakat seiring perkembangan zaman saat ini. Budaya penggunaan tas eumpang ini harus kita galakkan kembali sebagai bentuk tradisi kearifan lokal.

Tas eumpang khas Aceh terbuat dari anyaman bahan organik daun pandan (ngom) atau daun iboh akan mudah terurai dan tidak membahayakan lingkungan. Tas ini sangat cocok digunakan untuk keperluan sehari-hari dan bisa digunakan berulang-ulang, misalnya untuk berbelanja ke pasar, bingkisan/souvenir dan bungkusan barang pengganti plastik.

Peduli bumi

Implementasi green kurban dapat diadopsi oleh lembaga-lembaga penyedia pelaksana dan kepanitiaan kurban yang ada di masyarakat kota dan gampong. Panitia Kurban dapat berinisiatif menggantikan wadah plastik dengan wadah eumpang sebagai wadah daging kurban yang ramah lingkungan yang dapat diurai oleh alam. Salah satu contoh lembaga yang sudah melaksanakan green kurban adalah Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala. Lembaga ini sudah melakukan program ini secara konsisten dan bisa menjadi percontohan.

Pelaksanaan qreen kurban juga tidak kalah pentingnya memerlukan dukungan dari pemerintah setempat, sehingga saran yang dapat diberikan kepada Pemerintah Daerah adalah dengan mengatur kebijakan green qurban. Kebijakan ini ditujukan kepada lembaga, masyarakat dan panitia kurban di kota dan di gampong untuk menggunakan wadah ramah lingkungan pada pendistribusian daging kurban Idul Adha 1445 Hijriah tahun ini dan diterapkan berkelanjutan untuk kegiatan yang sama ke depannya.

Apabila kebijakan ini dijalankan maka dapat mengantisipasi lonjakan timbunan sampah plastik dan lingkungan tetap bersih dan sehat. Pemerintah dapat berinisiasi misalnya dengan memberikan pelatihan pengelolaan ibadah kurban dan ramah lingkungan di tingkat kota maupun pemerintahan gampong.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved