Kamis, 7 Mei 2026

Citizen Reporter

Saat Santri Aceh Dalami Budaya Keislaman di Thailand

Akan tetapi, kali inilah yang pertama saya kunjungi Pusat Agama Islam di Thailand dan dalam perjalanan begitu tenang rasanya bisa melihat begitu banya

Tayang:
Editor: mufti
IST
SAIDIL MUKAMMIL BAWARITH, Santri Ma’had Aly MUDI Mesra Aceh, Peserta Harmony in Action di Thailand, melaporkan dari Khatum Rai, Nong Chok, Thailand 

Setahun setelahnya, bangsa-bangsa di kawasan ASEAN menyiapkan pedoman makanan halal untuk setiap negara anggotanya, sehingga pada tahun 2001 The Central Islamic Council of Thailand (CICOT) menetapkan peraturan untuk sertifikasi/akreditasi halal sebagai standar nasional umum untuk negara Thailand.

Hingga kini Pemerintah Thailand telah memberi dukungan finansial dalam memulai pengembangan sistem halal, juga mensponsori pendirian The Halal Standard Institute of Thailand di bawah CICOT, dan mendirikan The Halal Science Center yang berada di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, sejak tahun 2003.

Pada tahun 2015, ditetapkan pula logo halal yang menyetujui strategi terkini untuk pengembangan industri halal di Thailand.

Seperti saya singgung di awal reportase ini, ini merupakan kali ketiga saya berkunjung ke Thailand dalam rangka mengikuti workshop. Namun, selama saya di Thailand sebelumnya hampir tidak pernah saya temukan masjid, mungkin disebabkan mobilitas saya yang terbatas dan ketidaktahuan terhadap Thailand.

Akan tetapi, kali inilah yang pertama saya kunjungi Pusat Agama Islam di Thailand dan dalam perjalanan begitu tenang rasanya bisa melihat begitu banyak masjid di setiap sudut jalan. Saat melihatnya serasa seperti di kampung halaman saya sendiri di Aceh.

Pada kesempatan yang lain, selama di Thailand belum pernah saya mendengarkan azan di setiap awal waktu shalat dikarenakan dilarangnya menyuarakan azan yang terlalu keras untuk menghormati penganut agama lain.

Berbeda halnya dengan di Pattani atau daerah selatan Thailand, dikarenakan hampir 100 % penduduknya muslim. Di kawasan ini azan justru selalu menggema dari waktu ke waktu sebagai panggilan bagi umat muslim untuk menuju masjid, menunaikan shalat fardu lima waktu dalam sehari semalam. Demikian, terima kasih telah membaca reportase singkat saya dari Negeri Thai. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved