Minggu, 19 April 2026

Kupi Beungoh

Eropa Menggugat, Palestina Mengguat atau Kiamat?

Banyak asumsi dan opini yang tersebar di tengah masyarakat Muslim melalui media bahwa apabila Palestina.

Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Oleh Nur Izah Hastuti, Mahasiswa Pasca Sarjana Uin Ar-Raniry, Prodi Komunikasi Peyiaran Islam dan Peminat Isu International. 

Oleh Nur Izah Hastuti *)

Banyak asumsi dan opini yang tersebar di tengah masyarakat Muslim melalui media bahwa apabila Palestina. menang maka hari kiamat pun datang, kabar seperti ini malah menciptakan ketakutan di tengah masyarakat

Dengan kabar tersebut, bisa jadi di hati kecil sebagian orang ada harapan agar perang ini tidak pernah selesai, karena jika selesai maka kiamat pun tiba dan hal itu adalah hal yang ditakutkan oleh sebagian besar masyarakat kita.

Kiamat adalah keniscayaan artinya pasti akan terjadi, setidaknya itu adalah hal yang harus diyakini oleh setiap muslim di dunia, namun apakah kiamat ditentukan oleh perang atau konflik yang terjadi di palestina?

Tentunya tidak ada yang tau pasti apakah ada kaitanya kiamat dunia dengan perang saat ini, karena dalam Islam Nabi Muhammad tidak menyebutkan kapan kiamat terjadi, melainkan hanya tanda-tanda nya saja yang pernah beliau sampaikan.

Jika kita lihat  dari sejarah bagaimana kondisi negara-negara yang mempunyai kekuatan super power saling berperang sejak dulu, baik itu perang secara pemikiran, ekonomi maupun perang senjata mereka mempunyai kelompok kelompok sendiri untuk saling  berperang.

Hari ini yang terjadi di timur tengah yakni perang antara Israel dan Palestina juga bisa jadi akan memicu perang dunia ketiga jika dilihat kekuatan kekuatan negara yang saling mendukung diantara kedua negara ini.

Jika perang ini berlanjut tidak menutup kemungkinan akan terjadi kiamat untuk mereka yang saling berperang namun bukan untuk dunia seluruhnya.

Salah satu konflik terpanjang selama sejarah saat ini masih menggemparkan dunia dan menguji kemanusiaan diseluruh dunia, yakni konflik genosida yang dilakukan oleh Israel dengan membunuh rakyat Palestina secara membabi buta.

Konflik antara palestina ini sudah berlansung sejak 100 tahun lalu tepatnya pada 2 November 1917 dan konflik masih berlansung hingga sekareng ini, berbagai cara sudah dilakukan dari beberapa negara untuk mencoba mediasi supaya perang bisa dihentikan.

Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhitnya pembantaian yang dilakukan zionis Israel, sementara Negara-negara yang mempunyia power atau adikuasaa seperti amerika hanya diam saja melihat genosida yang terus berlanjut.

Hampir seluruh wilayah yang menjadi daerah palestina kini hancur rata oleh bom - bom yang dijatuhan zionis Israel, dari mulai ibukota yerusalem, jalur gaza hingga saat ini daerah Rafah.

Begitu banyak sudah korban yang berjatuhan namun tidak ada sedikitpun kemanusiaan dari pihak zionis, bahkan pihak Israel yang diwakili oleh perdana menteri nya yaitu Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya hanya ingin menghancurkan para teroris dan hamas yang menurutnya juga Teroris.

Selain itu, perdana menteri Israel tersebut juga sering melemparkan Pernyataan yang kontroversial, menurut Netanyahu dunia sudah terbalik karena Israel dituduh melakukan genosida, padahal Negeri Bintang Daud tersebut sedang memerangi genosida, “Kami memerangi teroris dan kami memerangi kebohongan. Hari ini, sekali lagi, kita melihat dunia yang terbalik, dimana Israel dituduh melakukan genosida pada saat negara tersebut sedang memerangi genosida,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Januari 2024.

Netanyahu mengklaim, Israel saat ini justru sedang berperang melawan teroris pembunuh yang melakukan kejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved