Kajian Islam

Mana yang Lebih Afdal Berkurban Sapi atau Kambing? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad menyampaikan bahwa afdalnya berkurban adalah yang paling banyak dagingnya. 

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Ustadz Abdul Somad (UAS) usai di masjid Agung Sultan Jeumpa menyampaikan orasi ilmiah acara wisuda mahasiswa strata satu (S1) IAI Almuslim Aceh, Peusangan Bireuen. di Kampus Induk IAI Almuslim, Sabtu (26/08/2023) di Paya Lipah Kecamatan Peusangan, Bireuen. 

Kisah inspiratif tersebut dibagikan Buya Yahya melalui kajian dakwahnya yang diunggah kanal YouTube Al Bahjah TV, Sabtu (1/6/2024).

Berkurban memang ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan setahun sekali pada hari raya Idul Adha.

Baca juga: Kapan Wanita Harus Shalat Dzuhur di Hari Jumat? Ini Kata Buya Yahya

Kurban juga sebagai bukti seorang hamba, peduli terhadap sesama, pada mereka yang kurang beruntung dan sebagainya.

Anjuran berkurban seperti dalam surat Al-Kautsar ayat 1-2.

"Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berqurbanlah," (QS-Al-Kautsar:1-2).

Allah memerintahkan kepada hamba untuk berkurban, bagi siapapun yang memiliki kemudahan.

Namun, kisah satu ini benar-benar membuat seseorang bisa fokus untuk mempersiapkan diri berkurban jika berkeinginan dan berniat berkurban namun tidak mengeluarkan biaya besar.

Seperti kisah yang dibagikan Buya Yahya ini, seorang tukang becak berkurban setiap tahun dan kambing yang dikurbankannya adalah kambing paling besar.

Baca juga: Hukum Kurban Untuk Orangtua yang Sudah Meninggal, Apakah Sah dan Diterima? Simak Penjelasan UAS

"Saya pernah dengar ada kisah inspiratif, ada seorang tukang becak, dia cerdas," kata Buya Yahya.

Tukang becak ini tidak memiliki harta kekayaan sebagaimana orang-orang kaya pada umumnya, namun ia memiliki keinginan yang kuat dan memiliki tips agar dirinya bisa berkurban setiap tahun.

Diungkap Buya Yahya, tukang becak tersebut menerapkan cara jika setelah selesai Idul Adha, ia membeli tiga kambing kecil sisa dari Idul Adha.

Seperti diketahui, harga kambing setelah hari raya Idul Adha biasanya murah.

"Setelah setiap selesai hari raya kurban, dia pergi ke pasar karena setelah selesai hari raya kurban itu kambing paling murah, dia beli kambing kecil-kecil tiga, setelah itu dirawat sampai besar," kata Buya Yahya.

Usai membeli kambing, tukang becak tersebut kemudian merawat kambing-kambingnya dengan sangat baik.

Baca juga: Hukum Lupa Sujud Sahwi, Apakah Shalatnya Sah? Simak Penjelasan UAS Lengkap Dengan Doa Sujud Sahwi

Menjelang bulan haji pada tahun berikutnya, tukang becak tersebut menjual satu hingga dua kambing miliknya sementara satu kambing lagi ia kurbankan pada hari raya Idul Adha untuk disembelih.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved