Idul Adha 1445 H

Masih Enggan Puasa Arafah? Buya Yahya Ingatkan Keutamaanya: Puasa Paling Dahsyat, Dosa Dihapus

Sebab balasan dari amalan Puasa Arafah sebagaimana disampaikan Rasulullah Muhammad SAW, setiap muslim akan diampuni dosanya

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
FACEBOOK/BUYA YAHYA
Buya Yahya 

Masih Enggan Puasa Arafah? Buya Yahya Ingatkan Keutamaanya: Puasa Paling Dahsyat, Dosa Dihapus

SERAMBINEWS.COM – Memasuki bulan Dzulhijjah, umat Muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah sunnah, yakni berpuasa pada 1-9 Dzulhijjah.

Pada sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah, sangat dianjurkan melakukan puasa sunnah karena keutamaannya yang luar biasa.

Dan di antara sembilan hari itu, puasa Arafah-lah (tanggal 9 Dzulhijjah) yang paling utama.

Sebab balasan dari amalan Puasa Arafah sebagaimana disampaikan Rasulullah Muhammad SAW, setiap muslim akan diampuni dosanya tahun lalu dan tahun yang akan datang.

Untuk diketahui, puasa Arafah merupakan puasa yang dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

Waktu Puasa Arafah bersamaan dengan saat jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Baca juga: Jadwal dan Niat Puasa Arafah 2024 Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah, Ini Keutamaannya

Dalam ceramah Buya Yahya yang diunggah dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV, disebutkan bahwa Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang paling dahsyat.

“Puasa yang paling hebat dan paling dahsyat nanti adalah puasa Arafah,” tegas Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan bahwa puasa Arafah adalah hari kesembilan bulan Dzulhijjah.

Disebutkan dalam Hadist Riwayat Imam Muslim,

“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, dengan berpuasa Arafah itu akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya,”

Buya melanjutkan bahwa yang akan dihapus dosanya adalah dosa-dosa kecil.

“Kalau dosa gede harus ada taubat khusus, misalnya perzinaan, meninggalkan shalat. Ini harus ada taubat khusus,” jelas Buya.

Baca juga: Jangan Lewatkan, Puasa Arafah dan Tarwiyah, Amalan Penggugur Dosa Lengkap Bacaan Niat Makan Sahur

Puasa Arafah adalah salah satu kemurahan yang datang dari Allah SWT.

“Dengan berpuasa Arafah akan menjadi sebab diampuni dosa-dosa kecil kita. Sebagian ulama mengatakan dosa besar, akan tetapi tetap ada syaratnya,” terang Buya.

Lebih lanjut, Buya mengatakan menyesallah kalau sudah pernah melakukan dosa besar, tapi jangan lupa puasa Arafah adalah pintu luar bisa untuk memasuki pintu taubat.

“Dari yang sembilan ini, puasa Arafah adalah yang paling utama,” kata Buya.

Buya mengungkapkan bahwa jangan sampai tanggal 1 hingga 8 Dzulhijjah puasa, namun giliran tanggal 9 Dzulhijjah-nya tidak puasa.

“Kalau bisa dari awal sampai tanggal 9 (Dzulhijjah) berpuasa, tanggal 10 (Dzulhijjah) menyembelih kurban dan ini amalan sunnah setiap tahun,” jelas Buya Yahya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 H jatuh pada 8 Juni 2024, dan Idul Adha 1445 H pada 17 Juni 2024.

Pada dua hari menjelang Idul Adha, umat Islam disunnahkan untuk mengerjakan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah sehari sebelum Idul Adha.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah 1445 H atau Sabtu, 15 Juni 2024.

Kemudian, Puasa Arafah dikerjakan pada 9 Dzulhijjah 1445 H atau satu hari sebelum Idul Adha yakni Minggu, 16 Juni 2024

Berikut bacaan niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah:

Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunah karena Allah ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunah karena Allah ta’ala.”

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved