Info Haji

Jamaah Mulai Bergeser Menuju Arafah, Tunaikan Wukuf dan Rangkaian Ibadah Haji Lainnya

Wartawan Serambi Indonesia/Tribun Network Khalidin Umar Barat selaku petugas Media Center Haji (MCH) 2024 dari Arab Saudi melaporkan petugaa PPIH yang

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN UMAT BARAT
Kepala Satgas Arafah, Ali Machzumi saat meninjau fasilitas yang ada di maktab lokasi pemondokan jamaah haji Indonesia selama wukuf di Arafah, Jumat (14/6/2024). 

Wartawan Serambi Indonesia/Tribun Network Khalidin Umar Barat selaku petugas Media Center Haji (MCH) 2024 dari Arab Saudi melaporkan petugaa PPIH yang sudah bergeser sehari sebelumnya bersiap menyambut jamaah di Arafah.

Laporan Khalidin Umar Barat | Arab Saudi

SERAMBINEWS.COM, MAKKAH - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasional Armuzna mulai mendorong para jamaah dari hotel menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Pergerakan jamaah mulai Jumat (14/6/2024) pagi Waktu Arab Saudi (WAS) menggunakan bus.

Wartawan Serambi Indonesia/Tribun Network Khalidin Umar Barat selaku petugas Media Center Haji (MCH) 2024 dari Arab Saudi melaporkan petugaa PPIH yang sudah bergeser sehari sebelumnya bersiap menyambut jamaah di Arafah.

Kepala Satgas Arafah Ali Machzumi mengatakan timnya telah menyiapkan seluruh petugas.

Ali Machzumi berharap nanti saat pelaksanaan wukuf di Arafah semuanya berjalan baik dan lancar. 

Dikatakan, para petugas haji telah berada di Arafah pada Kamis (13/6/2024) tengah malam.

Baca juga: VIDEO - Jelang Wukuf, Jamaah Haji Indonesia Mulai Bergeser Menuju Arafah

Mereka tergabung dalam 11 sektor Ad Hoc yang menaungi 1.169 maktab atau tenda yang akan diisi 213.275 calon jamaah haji Indonesia. 

Saat tiba di Arafah, para petugas haji langsung mengecek sejumlah fasilitas, seperti kondisi tenda/maktab, ketersediaan air, toilet, dan memanifes jumlah kasur. 

Sekretaris Satgas Arafah, Abduh Dhiya'ur Rahman, menjelaskan, setiap maktab memiliki ukuran yang bervariasi. Mulai dari yang berkapasitas 100 sampai 300 calon haji. 

"Listrik dan AC menyala dengan baik, air juga tersedia," kata dia. 

Bahkan, di sekitar maktab juga tersedia air panas yang dapat digunakan jamaah untuk membuat kopi atau teh maupun keperluan lain.

Fasilitas lain yakni lemari pendingin plus air mineral sehingga para jamaah yang kehausan dapat dengan mudah menemukan air.

Baca juga: Kisah Pengabdian Hafida Jufri, Petugas Haji Perawat Jemaah Lansia dan Risti di Madinah dan Makkah

Menurutnya, pengecekan akan terus dilakukan secara berkala hingga jamaah menempati maktabnya masing-masing. 

Para petugas juga akan berjaga di setiap maktab, guna memastikan tenda yang digunakan oleh jamaah Indonesia tidak ditempati oleh jamaah dari negara lain. 

"Tenda harus siap digunakan ketika jemaah datang dan dipastikan tidak ada orang lain, selain jemaah haji Indonesia reguler yang berhak di dalam tenda," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved