Konflik Palestina vs Israel

Netanyahu dan Militer Israel Konflik, Pemerintah dan IDF Saling Sindir di Publik soal Lawan Hamas

Perdana Manteri, Benjamin Netanyahu dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berkonflik, kini pemerintah dan militernya saling sindir soal lawan Hamas.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/HAIM ZACH/GPO
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, diapit oleh Menteri Pertahanan Yoav Gallant (kiri) dan Kepala Staf IDF Letjen. Herzi Halevi, mengadakan penilaian keamanan di Tel Aviv. Netanyahu dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berkonflik, kini pemerintah dan militernya saling sindir soal lawan Hamas. 

Jenderal Israel Setujui Pertempuran di Lebanon

Sementara berita lainnya, diberitakan sebelumnya sejumlah jenderal penting Israel menyetujui rencana pertempuran ofensif melawan kelompok pejuang Islam pro-Palestina, Hizbullah di Lebanon.

"Kepala Komando Utara IDF Mayjen Ori Gordin dan kepala Direktorat Operasi Mayjen Oded Basiuk menyetujui rencana pertempuran Lebanon hari ini," demikian pengumuman militer Israel dikutip dari Times of Israel, Selasa (18/6/2024).

Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan para jenderal mengadakan penilaian terkait rencana operasional untuk serangan di negara tetangga Palestina itu disetujui.

Para komandan tertinggi juga membuat keputusan mengenai “mempercepat kesiapan pasukan di lapangan,” tambah militer.

Pengumuman tersebut muncul di tengah serangan berulang-ulang yang dilakukan oleh Hizbullah dan kelompok pejuang pro-Palestina yang bersekutu di Lebanon di Israel utara, dengan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas.

Israel telah memperingatkan, mereka tidak dapat lagi menoleransi kehadiran Hizbullah di sepanjang perbatasannya menyusul kekejaman yang terjadi pada tanggal 7 Oktober.

Mereka memperingatkan, jika solusi diplomatik tidak tercapai, Israel akan beralih ke tindakan militer untuk mendorong Hizbullah ke arah utara.

Menlu: Hizbullah akan Dihancurkan dalam Perang Total

Israel memperingatkan Hizbullah yang didukung Iran bahwa mereka akan hancur jika terjadi perang total.

Hal ini disampaikan setelah utusan AS menyerukan de-eskalasi di perbatasan Lebanon ketika ketegangan meningkat.

Komentar Menteri Luar Negeri Israel, Katz muncul setelah Hizbullah menerbitkan video berdurasi lebih dari sembilan menit.

Video tersebut menunjukkan rekaman drone yang konon diambil oleh kelompok teror tersebut di Israel utara, termasuk sebagian kota dan pelabuhan Haifa.

Israel dan Hizbullah, sekutu Hamas, hampir setiap hari saling baku tembak melintasi perbatasan sejak serangan 7 Oktober 2023 lalu.

“Kami sangat dekat dengan momen ketika kami akan memutuskan untuk mengubah aturan main melawan Hizbullah dan Lebanon,” kata Katz dikutip dalam pernyataan dari kantornya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved