Jurnalisme Warga
Tradisi Lebaran: Antara Patani-Thailand dan Aceh
Tradisi lebaran alias hari raya adalah hari-hari dimana umat Islam merayakan sesuai dengan adat dan budaya di negerinya masing-masing.
Di Aceh ada tradisi "meugang" atau “makmeugang”, yaitu tradisi penyembelihan lembu atau kerbau untuk disantap pada hari raya.
Terdapat tiga momen meugang dalam setahun, yaitu meugang puasa, meugang hari raya puasa dan meugang hari raya haji. Daging segar dijual di setiap pasar dan jalan raya.
Warga pun membeli daging, walau harga mahal. Makanya di Aceh di hari meugang pasar-pasar penuh sesak.
Tradisi meugang ini tidak ada di Patani. Ini menjadi pengetahuan dan pengalaman baru bagi kami sebagai mahasiswa asal Patani di Aceh.
Kami dapat melakukan kontak sosial dengan penduduk setempat di Aceh di hari meugang. Kami mempelajari keistimewaan hari meugang dan dapat berkhidmat menikmati daging yang diberikan oleh penduduk setempat.
Pada hari pertama lebaran Idul Adha 2024, kami dari komunitas pelajar Thailand di Aceh berkunjung dan silaturahmi ke rumah dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Hasan Basri M Nur.
Beberapa orang dari kami yang datang dari Thailand berstatus mahasiswa. Sebagian lagi adalah santri di Dayah Darul Ihsan, Dayah Babul Maghfirah Cot Keu-eung dan Dayah Oemar Diyan Indrapuri. Terdapat seorang santriwati asal Thailand dan dia tinggal bersama keluarga Pak Hasan selama liburan.
Kepada kami dihidangkan makanan yang tidak pernah kami makan, bahkan tidak ada di Patani, yaitu lontong daging rendang dan kue timphan.
"Kue ini tidak ada di tempat lain di dunia, hanya ada di Aceh saja. Namanya timphan," ujar Hasan Basri M Nur saat menjamu kami.
Memang kue itu rasanya enak, manis dan lembut. Baru kali ini kami menikmati "timphan asoe kaya".
Selain itu, kami juga menikmati lontong dengan lauk daging meugang yang dibeli sebelum hari raya Idul Adha. Lontong juga tidak terdapat di Patani.
Lontong itu enak dan mengenyangkan. Lontong terbuat dari beras/nasi yang dibuat dalam bentuk batangan bulat. Disajikan dengan kuah sayur bersantan serta daging rendang.
Hari itu, dua kawan kami terpaksa cepat pulang karena kami lupa mematikan kompor di rumah kos. Kebetulan kami mendapat daging kurban di tempat kami tinggal di Darussalam.
Menariknya, kepada kawan kami yang cepat pulang itu turut dibungkus lontong agar keduanya dapat merasakan bagian tradisi lebaran di Aceh, yaitu makan lontong.
Selain itu, dalam amatan kami tradisi lebaran di Aceh setiap rumah menyediakan aneka makanan untuk tamu seperti kacang, kue seupet kuwet, keukarah, sie reuboh, dan kue bawang hingga aneka bolu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Irfan-Sau-kanan-berbincang-dengan-Zainal-Arifin-M-Nur.jpg)