Kupi Beungoh
Kajian Media dan Budaya, Bentuk Transformasi Komunikasi dalam Masyarakat
Transformasi media menjadi sarana baru bagi masyarakat yang berpengaruh secara langsung terhadap komunikasi yaitu pada praktik ekspresi sosial &budaya
Oleh : Salwa Arrohim *)
Dewasa ini masyarakat kita terbiasa dengan adanya konsumsi media yang dapat menggambarkan bagaimana kondisi sosial yang ada di sekitar masyarakat itu sendiri.
Hal tersebut terjadi karena adanya transformasi komunikasi yang sejalan dengan perubahan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Sehingga, transformasi media menjadi sarana baru bagi masyarakat yang berpengaruh secara langsung terhadap komunikasi, yaitu pada praktik ekspresi sosial dan budaya.
Oleh karena adanya hal tersebut, maka kajian mengenai media dapat mencakup pada beberapa aspek yang berkaitan secara langsung dengan masyarakat, yaitu aspek sosial dan budaya yang hadir di masyarakat.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kajian mengenai media memiliki keterkaitan dengan sosio-kultural sebagai satu kesatuan dalam masyarakat.
Keterkaitan tersebut pada dasarnya berangkat dari hubungan masyarakat mengenai pola-pola yang terjalin dalam komunikasi. Ida (2014), mengungkapkan bahwa komunikasi sosial dapat digunakan untuk mengadakan situasi integrasi sosial, yang mana komunikasi tersebut dapat digunakan sebagai aktualisasi dalam proses pemecahan masalah yang ada di masyarakat untuk mencapai stabilitas sosial.
Melalui komunikasi sosial, maka dimensi kehidupan yang ada di masyarakat dapat ditegakkan sejalan dengan proses sosial yang sudah ada sebelumnya.
Dengan adanya urgensi mengenai komunikasi sosial tersebut, maka konteks komunikasi sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan sosial yang ada di masyarakat.
Budaya yang dimaknai sebagai hal yang mengikat masyarakat merupakan sesuatu yang terbentuk dari nilai-nilai yang telah dipercayai dan dianut oleh masyarakat bahkan diturunkan sejak lama.
Budaya yang melekat di masyarakat juga dapat menggambarkan perilaku masyarakat itu sendiri, dimana budaya dapat menjadi ciri khusus bagaimana suatu masyarakat dapat direpresentasikan dalam kehidupan sosial.
Budaya menjadi landasan komunikasi yang dalam realitanya dapat terbentuk pada ragam dan praktik-praktik komunikasi (Ibrahim & Akhmad, 2014).
Dari adanya hal tersebut, maka budaya menjadi hal yang penting yang mana menjadi objek vital dalam melangsungkan arah dan pola komunikasi yang ada di masyarakat.
Media Komunikasi dalam Konteks Kebudayaan
Dalam beberapa penelitian, kehidupan sosial saat ini telah dimediasi oleh adanya penggunaan media massa.
Hal tersebut kemudian dapat berpengaruh terhadap cara pandang, memahami, dan berperilaku dalam realitas sosial. Dengan itu, maka media massa dimaknai sebagai sesuatu yang dapat membentuk kebudayaan dalam kehidupan sosial itu sendiri.
Sebagai contoh dari adanya hal tersebut adalah media massa dapat memainkan peran yang cukup penting dalam membentuk opini publik, dimana dalam hal itu akan berpengaruh terhadap aspek-aspek sosial, ekonomi, dan politik.
Adanya pengaruh penggunaan media massa tersebut dapat membentuk kebudayaan baru yang membawa masyarakat ke dalam sebuah realitas sosial berdasarkan kepentingan dan tujuan tertentu.
Di sisi lain, media massa melalui kajian kebudayaan seringkali diketahui sebagai alat yang digunakan untuk menginterpretasikan bagaimana budaya yang ada dan dimiliki oleh suatu masyarakat.
Dalam hal ini, melalui adanya perbedaan latar belakang dan kebudayaan, maka untuk merepresentasikan hal tersebut kepada khalayak adalah dengan menggunakan komunikasi massa yang terbentuk di dalam interaksi sebuah masyarakat.
Media komunikasi tersebut mendasari adanya praktik-praktik kehidupan sosial seperti misalnya kondisi ekonomi dan politik yang tengah terjadi di sebuah komunitas sosial masyarakat.
Dari adanya hal tersebut, maka media komunikasi dapat membentuk suatu kebudayaan baru, yang dalam hal ini berkaitan dengan bagaimana kondisi yang berlaku pada masyarakat di masa itu.
Penutup
Dalam kajian media dan budaya, diketahui terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi transformasi komunikasi, termasuk diantaranya kondisi sosial yang ada di tengah masyarakat itu sendiri.
Di sisi lain, dalam kajian budaya yang berkaitan dengan komunikasi, media komunikasi memiliki beberapa fungsi yang secara langsung berkaitan dengan kondisi masyarakat.
Implementasi dari adanya hal tersebut dalam realitanya dapat dilihat melalui adanya pembentukan opini publik melalui media massa yang dapat membentuk kebudayaan baru.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam kajian media dan budaya memiliki keterkaitan karena adanya pengaruh secara langsung terhadap masyarakat di dalam komunikasi massa yang sejalan dengan tujuan interaksi yang mengikutinya.
DAFTAR PUSTAKA
Arifiannto, S. (2015). Konstruksi Teori-teori dalam Perspektif Kajian Budaya dan Media. Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 1-16.
Ibrahim, I. S., & Akhmad, B. A. (2014). Komunikasi dan Komodifikasi: Mengkaji Media dan Budaya dalam Dinamika Globalisasi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Ida, R. (2014). Metode Penelitian: Studi Media dan Kajian Budaya. Kencana.
Kristiyono, J., & Ida, R. (2019). Digital Etnometodologi: Studi Media dan Budaya pada Masyarakat Informasi di Era Digital. Ettisal Journal of Communication, 4(2), 109-120.
Sjafirah, N. A., & Prasanti, D. (2016). Penggunaan Media Komunikasi dalam Eksistensi Budaya Lokal bagi Komunitas Tanah Aksara Studi Deskriptif Kualitatif tentang Penggunaan Media Komunikasi dalam Eksistensi Budaya Lokal bagi Komunitas Tanah Aksara di Bandung. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi, 6(2), 39-30.
PENULIS adalah Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas ANDALAS di Kota Padang, Sumatera Barat.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DISINI
Kajian Media dan Budaya
komunikasi
masyarakat
kupi beungoh
Serambinews.com
Serambi Indonesia
berita serambi
Kemudahan Tanpa Tantangan, Jalan Sunyi Menuju Kemunduran Bangsa |
![]() |
---|
Memaknai Kurikulum Cinta dalam Proses Pembelajaran di MTs Harapan Bangsa Aceh Barat |
![]() |
---|
Haul Ke-1 Tu Sop Jeunieb - Warisan Keberanian, Keterbukaan, dan Cinta tak Henti pada Aceh |
![]() |
---|
Bank Syariah Lebih Mahal: Salah Akad atau Salah Praktik? |
![]() |
---|
Ketika Guru Besar Kedokteran Bersatu untuk Indonesia Sehat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.