Kamis, 7 Mei 2026

Citizen Reporter

Melihat Syiar Islam di Kazan, Rusia

Kazan adalah ibu kota dari Republik Tatarstan, salah satu republik yang terdapat di Negara Federasi Rusia. Seperti kita ketahui, pasca bubarnya Uni So

Tayang:
Editor: mufti
IST
MASJID QOL SHARIF - Rustam Effendi berfoto di Masjid Qol Sharif atau Kul Sharif, Kremlin Kazan, Rusia 

Dr. H. Rustam Effendi, SE, M.Econ, Laporan dari Kota Kazan, Rusia

Sudah lama saya mendengar tentang masjid ini. Namanya Masjid Qol Sharif atau Kul Sharif. Letaknya persis di area Kremlin Kazan.

Kazan adalah ibu kota dari Republik Tatarstan, salah satu republik yang terdapat di Negara Federasi Rusia. Seperti kita ketahui, pasca bubarnya Uni Soviet, telah terbentuk beberapa republik dalam Negara Federasi Rusia, salah satunya adalah Tatarstan.

Penduduk Kazan berjumlah sekitar 1.314.865 jiwa (data KPEU, 2024). Agama penduduk Kazan terbagi ke dalam 2 kumpulan besar, yakni Islam dan Kristen Ortodoks. Dari sisi kebangsaan (nationality), sebanyak 48,66 persen adalah bangsa Tatar, dan 46,88 % merupakan bangsa Rusia. Selebihnya terdiri dari bangsa lain.

Qol Sharif, atau Kul Sharif untuk nama masjid di Kazan ini diambil dari nama seorang ulama yang mengurus masjid tersebut. Pada masa itu, sekitar tahun 1552, Masjid Kul Sharif hancur berkeping-keping akibat penyerangan Rusia yang ingin meluaskan pengaruh dan kekuasaannya ke wilayah Tatarstan.

Kala itu, Rusia dipimpin oleh Ivan IV Vasilyevich, atau dikenal dalam sejarah sebagai Ivan the Terrible. Sesuai namanya, Ivan IV adalah Tsar atau Kaisar pertama Rusia yang amat mengerikan. Seorang yang berkepribadian paranoid dan amat kompleks.

Dia penganut agama Kristen yang taat, dermawan terhadap biara-biara, tapi juga tega membunuh para pendeta yang berselisih dengannya.

Ivan IV juga tega menggugurkan kandungan menantu perempuannya. Ivan IV tidak mau calon bayi itu menjadi pewaris tahtanya. Entah apa sebabnya.

Lebih mengerikan lagi, Ivan IV juga tega membunuh putra kandungnya sendiri (Ivan Ivanovich). Pasalnya sepele. Sang putra bertanya, mengapa ayahnya memukul ibunya yang lagi hamil.

Ivan IV seketika emosi, lalu memukul kepala putranya dengan tongkat hingga berdarah, kritis, dan meninggal. Setelah putranya mati, Ivan IV menangis meraung-raung. Menyesali perbuatan konyolnya itu.

Selain itu, Ivan IV ini juga pernah membutakan mata beberapa arsitek yang merancang Katedral St. Basil di Moskow. Alasannya juga sepele. Dia tidak mau para arsitek itu bisa melihat dan membuat rancangan yang sama untuk katedral yang lain. Benar-benar gila.

Tak lama sepeninggal putranya, Ivan IV mengalami banyak persoalan dan sakit stroke, kemudian meninggal dunia.

Hingga abad ke 16, Emperium Islam Kazan Khanate masih berkuasa di wilayah Tatarstan. Syiar Islam berkembang dengan amat baik di sejumlah wilayah di Eropah Timur, terutama di wilayah Kazan.

Aktivitas keagamaan tidak ada pembatasan. Toleransi antarumat beragama pun terjalin tanpa persoalan dalam segala sisi kehidupan. Justru kehidupan beragama menjadi terhalang pasca terjadinya perluasan pengaruh oleh pemerintahan Rusia. Ivan IV sebagai Tsar atau Kaisar pertama yang memulai semua tragedi itu.

Keruntuhan Uni Soviet pada tahun 1991 yang diawali oleh Mikhail Gorbachev dengan kebijakan “glasnost” atau keterbukaan menjadi pembuka jalan baru. Warga Muslim di wilayah Tatarstan, khususnya di Kazan kembali dapat menoreh sejarah keislaman yang baru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved