Opini
Fenomena Mama Ghufron dalam Perspektif Teologi
Seorang pria gondrong di Jawa Timur yang mengaku memiliki kemampuan supranatural yang musykil; mengakui mampu berkomunikasi dengan bahasa semut dan bi
Khatimah dan solusi
Dengan demikian kemungkinan fenomena Mama Ghufran ini lebih pada masalah kejiwaan berupa gairah pada ketenaran yang berlebihan sehingga memunculkan apa yang namanya Spiritual Narsisme. Sebuah kecenderungan yang menganggap dirinya memiliki kemampuan lebih sehingga mampu menjelajahi dunia spiritual yang supranatural yang transenden.
Fenomena Mama Ghufran ini perlu diluruskan oleh pihak atau lembaga keagamaan seperti MUI karena menyangkut keyakinan teologi (akidah) tentunya dengan cara dialog dan pencerahan pemikiran.
Jika dibiarkan potensial akan menyesatkan keyakinan ummat, terutama masyarakat awam yang belum mampu memahami agama secara benar dan belum mampu memaksimalkan penalaran dengan baik.
Oleh karena itu diperlukan upaya maksimal untuk menciptakan generasi tangguh akidah yang mampu menerjemahkan dalil agama dan dalil penalaran dalam merespons tantangan agama yang selalu terjadi secara berulang. Wallahu’alam bis shawab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Lukman-Hakim-A-Wahab-MAg-Dosen-Teologi-Islam-pada-Fakultas-Ushuluddin.jpg)