Breaking News

Konflik Palestina vs Israel

12 Anak Israel Tewas saat Main Bola di Lapangan, Kena Hantam Roket Hizbullah

Roket kelompok pejuang Islam Hizbullah tewaskan 12 anak Israel saat sedang bermain sepak bola di lapangan kota Druze Majdal Shams, Sabtu (27/7/2024).

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Menahem Kahana / AFP
Roket kelompok pejuang Islam Hizbullah tewaskan 12 anak Israel saat sedang bermain sepak bola di lapangan kota Druze Majdal Shams, Sabtu (27/7/2024). 

SERAMBINEWS.COM - Roket kelompok pejuang Islam Hizbullah masuk dan tewaskan 12 anak Israel saat sedang bermain sepak bola di lapangan kota Druze Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan pada Sabtu (27/7/2024).

Sementara sejumlah anak lainnya yang terluka dalam serangan roket tersebut berada dalam kondisi serius di unit perawatan intensif pediatrik di utara.

Banyak di antaranya mengalami cedera yang mengubah hidup alias cacat.

Direktur Ziv Medical Center di Safed, Prof Salman Zarka mengatakan, sebanyak 30 orang yang terluka tiba segera setelah serangan, dan 15 orang masih dirawat di rumah sakit.

Dia mengatakan, tiga dari mereka dalam kondisi serius. Sejumlah lainnya diperkirakan akan menjalani operasi tambahan sepanjang hari.

"Sayangnya kami sudah terbiasa dengan kejadian yang mengakibatkan banyak korban, tetapi korbannya adalah anak-anak," ungkap Prof Salman dilansir Times of Israel dari Channel 12, Minggu siang.

"Ini adalah tragedi besar bagi wilayah ini," tambahnya.

Baca juga: Netanyahu Klaim Tak Bunuh Warga Sipil di Rafah Palestina, Faktanya 40 Warga Terpanggang Hidup-hidup

Baca juga: Tajam! Wapres AS Kamala Harris ke PM Israel Netanyahu soal Penderitaan Gaza: Saya Tak akan Diam

Sementara Direktur Unit Perawatan Intensif Anak di Pusat Medis Rambam di Haifa, Profesor Danny Eitan mengatakan, ada tiga anak dalam kondisi serius di unit perawatan intensif anak yang menjalani operasi semalam.

"Malam yang sulit. Lima korban luka tiba di Rambam, empat di antaranya dioperasi dan kemudian dipindahkan ke unit perawatan intensif anak," ungkap Prof Danny kepada Channel 12.

"Sebagian besar korban luka datang dengan cedera multisistem akibat pecahan peluru," tambahnya.

 

 

Saat ini, tiga orang masih dalam kondisi serius, dibius dan diberi ventilator di unit perawatan intensif pediatrik

Dikatakannya, mereka menjalani operasi hampir sepanjang malam. Mereka mengalami cedera multisistem, di kepala dan tubuh.

"Dalam beberapa hari ke depan, kami akan fokus pada upaya menstabilkan kondisi mereka. Kami berharap pemulihannya cepat," kata Prof Danny.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved