Breaking News

Konflik Palestina vs Israel

Keburu Ngambek, Hamas Tak akan Hadiri Perundingan Terakhir Gencatan Senjata dengan Israel Kamis Ini

Keburu ngambek, kelompok pejuang Islam Hamas tidak akan menghadiri perundingan yang merupakan kesempatan terakhir gencatan senjata Kamis ini.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Paulina Patimer/Gerakan Protes Pro-Demokrasi
Para pengunjuk rasa berkumpul di Begin Street di Tel Aviv untuk menuntut pemilu lebih awal dan kesepakatan pembebasan sandera yang ditawan Hamas di Gaza, Sabtu (10/8/2024). Kelompok pejuang Islam Hamas tidak akan menghadiri perundingan yang merupakan kesempatan terakhir gencatan senjata pada Kamis ini. 

SERAMBINEWS.COM - Keburu ngambek, kelompok pejuang Islam Hamas tidak akan menghadiri perundingan yang merupakan kesempatan terakhir gencatan senjata (penghentian perang) Kamis ini.

Diketahui kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera yang didukung luas dan diajukan kepada Israel-Hamas awal tahun ini masih dapat dilaksanakan.

Hal itu sebagaimana disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden sebagaimana mengutip Times of Israel pada Senin (12/8/2024).

Dalam wawancaranya kepada CBS, presiden AS itu percaya "masih mungkin" bagi pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan serta pembebasan 115 sandera tahanan Hamas dan kelompok-kelompok pejuang Islam lainnya di Gaza

Kesepakatan ini juga menurutnya sebuah harapan mengakhiri pertempuran di daerah kantong Palestina yang dilanda perang tersebut.

"Rencana yang saya susun, didukung oleh G7, Dewan Keamanan PBB dan lain sebagainya, masih bisa dilaksanakan," kata Biden.

"Saya dan seluruh tim saya bekerja keras setiap hari untuk memastikan bahwa hal itu tidak meningkat menjadi perang regional. Namun, hal itu bisa saja terjadi," tambahnya.

Baca juga: Keringat Dingin, Kemenhan Israel sampai Rapat di Bawah Tanah Jelang Serangan Lebanon dan Iran

Baca juga: Hizbullah Serang Habis-habisan Israel, Zionis Tak Kuat Hadapi, AS Buru-buru Kerahkan Alutsista

Seiring dengan dorongan baru untuk kesepakatan antara Israel dan Hamas, Amerika telah berupaya menghalangi Iran menyerang Israel.

Hal ini sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada 31 Juli, walau Israel tidak membenarkan atau menyangkal bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Berharap menghindari perang regional habis-habisan, pejabat AS sebagaimana laporan Channel 12 mendesak mitra-mitra Israel menyelesaikan kesepakatan sesegera mungkin.

Setelah AS, Qatar, dan Mesir mengatakan dalam pernyataan bersama pada Jumat kemarin, kesepakatan perlu diselesaikan dan dilaksanakan tanpa penundaan lebih lanjut.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengumumkan pada Jumat malam bahwa Israel akan mengirim negosiatornya ke pembicaraan 15 Agustus 2024.

"Untuk menyelesaikan rincian pelaksanaan kerangka perjanjian," demikian rilis Kantor PM Israel.

 

 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved