Konflik Palestina vs Israel

Keburu Ngambek, Hamas Tak akan Hadiri Perundingan Terakhir Gencatan Senjata dengan Israel Kamis Ini

Keburu ngambek, kelompok pejuang Islam Hamas tidak akan menghadiri perundingan yang merupakan kesempatan terakhir gencatan senjata Kamis ini.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Paulina Patimer/Gerakan Protes Pro-Demokrasi
Para pengunjuk rasa berkumpul di Begin Street di Tel Aviv untuk menuntut pemilu lebih awal dan kesepakatan pembebasan sandera yang ditawan Hamas di Gaza, Sabtu (10/8/2024). Kelompok pejuang Islam Hamas tidak akan menghadiri perundingan yang merupakan kesempatan terakhir gencatan senjata pada Kamis ini. 

Hamas Tak Akan Hadiri Perundingan

Di sisi lain, kelompok pejuang Islam Hamas dari Palestina mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengirimkan delegasi.

Sumber-sumber Israel kepada CNN pada Minggu kemarin mengatakan, pemimpin Hamas Yahya Sinwar telah mengindikasikan ke mediator Mesir dan Qatar untuk mengakhiri perang.

Meski demikian, kelompok pejuang Islam itu mengatakan pada Minggu malam bahwa mereka tidak berencana mengirim negosiator ke pembicaraan pada Kamis mendatang.

Dikatakan, pihaknya telah meminta para mediator untuk menyajikan rencana yang didasarkan pada perundingan sebelumnya 2 Juli lalu.

Hamas tidak tertarik terlibat dalam perundingan baru untuk mencapai kesepakatan berdasarkan kerangka kerja yang telah diamandemen.

"Para mediator harus menegakkan hal ini terhadap pendudukan (Israel) alih-alih melakukan putaran negosiasi lebih lanjut atau proposal baru yang akan memberikan kedok bagi agresi pendudukan dan memberinya lebih banyak waktu untuk melanjutkan genosida terhadap rakyat kami," demikian pernyataan Hamas.

Baca juga: Resmi! Pendaftaran CPNS 2024 melalui Link SSCASN BKN, Begini Cara Login dan Buat Akunnya

Israel Rapat Kabinet, Infonya Hizbullah Lebanon Targetkan Pejabat Senior Zionis

Sementara pada kesempatan lain diberitakan, Israel cepat-cepat rapat Kabinet Kementerian Keamanan (Kemenhan).

 infonya kelompok pejuang Islam Hizbullah dari Lebanon akan menargetkan pejabat senior zionis dalam waktu dekat.

Laporan Channel 13 dilansir Times of Israel pada Jumat (9/8/2024), penilaian Israel Hizbullah akan mencoba menargetkan pejabat senior Israel.

Hal ini sebagai pembalasan atas pembunuhan Komandan Hizbullah, Fuad Shukr oleh Israel pada 30 Juli 2024, setelah serangan roket Hizbullah menewaskan dua belas anak di Dataran Tinggi Golan beberapa hari sebelumnya.

Diketahui Kabinet melakukan rapat di Lubang, sebutan ruang komando bawah tanah sebagai latihan menghadapi kemungkinan situasi darurat, Kamis malam kemarin.

Rapat yang diadakan secara terus-terusan dalam beberapa hari terakhir ini membahas kesiapan Israel menghadapi potensi serangan oleh kelompok pejuang Islam Hizbullah di Lebanon.

Israel tengah mempersiapkan diri menghadapi serangan yang dijanjikan oleh Iran dan para kelompok proksinya yang terlibat dalam beberapa pembunuhan besar baru-baru ini.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved