Konflik Palestina vs Israel

Israel Hadapi Situasi Sulit, Ada Potensi Perang Saudara hingga Serangan Balasan Iran Menghantui

telah memperingatkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan mengorbankan pemerintahannya untuk melindungi warga Israel.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/time of israel
ILUSTRASI Netanyahu dan pejabat militer Israel dalam sebuah ruangan membahas ancaman serangan Iran. Israel Hadapi Situasi Sulit, Ada Potensi Perang Saudara hingga Serangan Balasan Iran Menghantui. 

SERAMBINEWS.COM – Para pejabat tinggi Israel saat ini terjebak dalam situasi dilema, di mana mereka ketakutan menanti serangan besar Iran maupun Hizbullah dan proksinya.

Kini situasi di dalam wilayah Israel juga sangat tidak kondusif, para pejabat terlibat konflik kepentingan.

Hal ini telah membangun perang saudara di internal Israel.

Anggota Knesset Israel dan pemimpin oposisi, Benny Gantz telah memperingatkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan mengorbankan pemerintahannya untuk melindungi warga Israel.

Ia juga mengatakan, Netanyahu juga tidak akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencegah perang saudara.

Mantan anggota kabinet perang Israel itu menekankan bahwa orang Israel tidak sadar akan terjadi perang saudara.

“Ada kepemimpinan yang memecah belah rakyat dan meracuni sumur yang menjadi sumber minum semua orang," katanya.

Saluran TV 14 Israel melaporkan bahwa Gantz mengungkapkan pemikirannya selama upacara publik yang diadakan pada Senin untuk memperingati apa yang disebut "penghancuran Bait Suci."

IDF kacau, rencana serangan balasan terhadap kelompok pejuang Islam Hizbullah ke Lebanon menjadi buyar usai pangkalan militer Israel diserbu massa sayap kanan hingga tengah malam, Senin (29/7/2024)
IDF kacau, rencana serangan balasan terhadap kelompok pejuang Islam Hizbullah ke Lebanon menjadi buyar usai pangkalan militer Israel diserbu massa sayap kanan hingga tengah malam, Senin (29/7/2024) (Oren Ziv/AFP)

Gantz mengecam penggerebekan di pangkalan militer dan penginjakan terhadap martabat keluarga tawanan.

"Kita telah melewati ambang batas kekerasan verbal dan fisik," kata Gantz.

“Masalah ini akan berakhir dengan pembunuhan. Kita belum belajar dari kejadian 7 Oktober, atau dari penghancuran Bait Suci,” lanjutnya.

Pernyataan ini muncul bersamaan dengan keretakan hubungan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanannya Yoav Gallant.

Keretakan itu telah menyebabkan kekhawatiran signifikan di kalangan pejabat senior dalam aparat keamanan Israel, termasuk pasukan pendudukan Israel, Shin Bet, dan Mossad.

Di sisi lain, surat kabar Amerika The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, mengutip sumber-sumber terpercaya, bahwa Israel telah menaikkan tingkat kewaspadaan militernya ke level tertinggi untuk pertama kalinya bulan ini.

Hal itu menyusul pengamatan persiapan oleh Iran dan Hizbullah untuk potensi melancarkan operasi berskala besar.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved