Pilkada 2024

Andika Perkasa vs Ahmad Luthfi, Pertarungan Jenderal TNI dan Polri di Pilkada Jawa Tengah 2024

Andika-Hendi bakal melawan kandidat yang diusung oleh beberapa partai Koalisi Indonesia Maju (KIM), Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen. 

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Serambinews.com/Wikipedia
Jenderal TNI (Purn.) H. Muhammad Andika Perkasa bakal bertarung dengan Komjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi pada Pilkada Jawa Tengah 2024. 

Pada November 2018, Andika dipercaya sebagai KSAD dan menyandang bintang empat atau pangkat jenderal.

 Alhasil, Andika Perkasa hanya membutuhkan empat tahun dari pangkat jenderal bintang dua hingga bintang empat.

Pada 2021, Jenderal Andika Perkasa lantas dipilih Presiden Jokowi menjadi calon tunggal panglima TNI.

DPR melalui Komisi I pun sudah melakukan fit and proper test dan menyetujui Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.

 Hingga pada 17 November 2021, Presiden Jokowi melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta.

Sempat dijuluki sebagai Panglima TNI tertua, Andika Perkasa pensiun dari jabatannya pada 21 Desember 2022 saat berusia 58 tahun.

Posisinya sebagai Panglima TNI kemudian digantikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. 

Karier Andika Perkasa di bidang politik

 Dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/12/2022), usai pensiun dari dunia militer, nama Jenderal Andika Perkasa sempat santer terdengar di dalam kancah politik.

Sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, elektabilitas Andika cukup lumayan di berbagai survei yang dilakukan lembaga survei.

Misalnya, survei oleh Litbang Kompas pada 17-30 Januari 2022 menunjukkan, elektabilitas Andika mencapai 2 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan politikus PDI-P Puan Maharani yang hanya memperoleh 0,6 persen saat itu. 

Hal senada juga terlihat berdasarkan survei Indopol yang dilakukan pada 24 Juni-1 Juli 2022. Elektabilitas Andika mencapai 2,76 persen.

Angka itu jauh melesat dibandingkan survei serupa pada periode sebelumnya, yang menunjukkan elektabilitas Andika masih 0,57 persen.

 Menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono itu bahkan sempat masuk ke dalam bursa bakal calon presiden yang akan diusung Partai Nasdem.

Nama Andika bersanding dengan dua nama besar lainnya, yakni mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan eks Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDI-P Ganjar Pranowo.

 Meski pada akhirnya, partai besutan Surya Paloh itu memutuskan mengusung Anies sebagai capres bersama partai politik lainnya.

Di sisi lain, diberitakan Kompas.com, Sabtu (24/8/2024), Andika Perkasa mengaku sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI-P sejak tahun lalu. 

Namun demikian, dia baru diperkenalkan oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dalam pidato politiknya di pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) kelima PDI-P, Jumat (24/5/2024) sore.

 "Sejak tahun lalu," ujar Andika, ditemui usai mengikuti pembukaan Rakernas di Ancol, Jakarta Utara.

Kala itu, wajah Andika tampak demikian semringah saat mengenakan baju kebesaran PDI-P yang berwarna merah.

Kini, PDI-P pun resmi mengusung Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah 2024.

 

Profil Ahmad Luthfi

Luthfi lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 22 November 1966.

Ia bergabung bersama Korps Bhayangkara melalui Sekolah Perwira (Sepa) Militer Sukarela (Milsuk) Polri pada tahun 1989 dengan pengalamannya di bidang intelijen keamanan.

 Selepas lulus dari Sepa Milsuk Polri, Luthfi kembali melanjutkan pendidikan kepolisian di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri pada tahun 2000.

 Lima tahun berikutnya, Luthfi kembali masuk ke lingkungan pendidikan dengan bergabung di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri pada tahun 2005 dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada tahun 2007.

Sementara pendidikan kejuruan yang ditempuhnya meliputi, Diktap Polri tahun 1992, Daspa Serse tahun 1994, dan Dikjur Perwira Provos tahun 1995.

 

Orang dekat Jokowi

Luthfi merupakan sosok yang punya hubungan dekat dengan Presiden Joko Widodo. 

Saat Demo di DPR Hubungan keduanya terbina dengan baik sejak Luthfi bertugas sebagai Wakil Kapolres Solo pada tahun 2011.

 Kala itu, Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo.

Setelahnya, Markas Besar Polri mempromosikan Ahmad Lutfhi menjadi Kapolres Solo pada tahun 2015. Pada tahun tersebut, Jokowi telah menjabat presiden.

 Setelah bertugas di Solo, Luthfi kemudian mendapat promosi menjadi Analisis Kebijakan Madya Bidang Sosial Budaya Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri pada 2017.

Lalu, Wakil Kapolda Jawa Tengah pada 2018 dan Kapolda Jawa Tengah pada 2020 hingga sekarang.

Saat ini, Luthfi menyandang pangkat Irjen atau jenderal bintang dua Polri.

Baca juga: Hujan Deras, Polisi Imbau Pengendara Hati-hati Melintas di Tanjakan Leter S Bulu Sema Aceh Singkil 

Baca juga: Ben Gvir Mau Bangun Tempat Ibadah Yahudi di Masjid Al-Aqsa, Dikecam PBB, Arab Saudi, Yordania, Qatar

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved