Berita Banda Aceh

Pilkada 2024 di Depan Mata, ISAD Aceh Minta Pendukung Kandidat Tidak Saling Ejek dan Bermusuhan

Dalam konteks Pilkada Aceh, aktivis Dayah yang juga akademisi ini menegaskan bahwa pesta demokrasi seharusnya tidak merusak persaudaraan. 

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Eddy Fitriadi
Tangkap Layar Youtube SERAMBINEWS
Sekjend Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Dr Teuku Zulkhairi MA. Pilkada 2024 di Depan Mata, ISAD Aceh Minta Pendukung Kandidat Tidak Saling Ejek dan Bermusuhan. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), Dr Teuku Zulkhairi, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah kontestasi politik dalam Pilkada Aceh.

Ia menekankan agar perbedaan dukungan politik tidak menjadi alasan munculnya ejekan dan caci maki serta permusuhan di antara masyarakat Aceh.

"Islam mengajarkan kita untuk menjauhi perpecahan dan permusuhan. Islam melarang kita melakukan caci maki karena akan merusak keharmonisan sosial," ujar Zulkhairi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/9/2024). 

Ia mengatakan, merujuk pada Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 103, Islam menekankan pentingnya berpegang teguh pada agama Allah dan menjauhi perpecahan. 

Menurutnya, melalui ayat itu kita diingatkan bahwa sebelum datangnya Islam, masyarakat berada dalam keadaan saling bermusuhan dan berpecah belah, namun dengan hadirnya Islam, hati mereka dipersatukan.

Dalam konteks Pilkada Aceh, aktivis Dayah yang juga akademisi ini menegaskan bahwa pesta demokrasi seharusnya tidak merusak persaudaraan. 

Perpecahan akibat perbedaan dukungan politik, menurutnya, bertentangan dengan ajaran Islam yang mengedepankan ukhuwah (persaudaraan) dan kerukunan.

"Perbedaan pilihan politik tidak boleh dijadikan alasan untuk merusak keharmonisan sosial. Kita harus ingat bahwa persaudaraan ini adalah nikmat dari Allah yang wajib kita syukuri dan jaga," tambahnya.

Dr Teuku Zulkhairi juga mengingatkan masyarakat Aceh bahwa Allah telah menyelamatkan umat dari permusuhan dan konflik di masa Jahiliyah. 

Menghidupkan kembali permusuhan hanya karena perbedaan pilihan politik dalam Pilkada Aceh, katanya, sama saja dengan melupakan nikmat persatuan yang diberikan oleh Allah.

"Jika kita bermusuhan karena perbedaan pilihan, baik dalam Pilkada tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, itu berarti kita telah melupakan nikmat yang Allah berikan,”

“Hal ini bisa membawa kita kembali ke tepi jurang kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat."

Melalui pesannya, Dr Teuku Zulkhairi mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan dan menghindari konflik dalam pelaksanaan Pilkada Aceh, demi kebaikan bersama dan keselamatan di dunia serta akhirat. 

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved