Jurnalisme Warga

Menikmati Pelayaran Bakauheni-Merak

Kebetulan saya dan keluarga sedang berada di Lampung, maka kami menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Pulau Jawa, tepatnya Jakarta lewat darat.

Editor: mufti
For Serambinews.com
CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Merak-Banten 

CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Merak-Banten

Menurut Badan Informasi Geospasional (BIG) tahun 2023,  Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau 13.466, luas daratan 1.922.570 km2, dan luas perairan 3.257.483 km2.  Sebagaimana gambaran peta bumi  bahwa lautan di dunia   lebih luas jika dibandinglan dengan daratan.

Lautan di Indonesia sebagai pemisah pulau seperti Pulau Sumatra dan Pulau Jawa, serta Laut Jawa dengan Samudra Hindia. Untuk menuju Pulau Jawa dari Sumatra kita harus melintasi Selat Sunda. Selat ini  terletak di bagian selatan Provinsi Lampung dan di bagian  barat Provinsi Banten.

Kebetulan saya dan keluarga sedang berada di Lampung, maka kami menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Pulau Jawa, tepatnya Jakarta lewat darat.

Perjalanan  ke Jakarta  harus melintansi Selat Sunda melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak di Provinsi Banten.

Jarak tempuh melalui Tol Itera Lampung hanya 81,1 km ke Pelabuhan Bakauheni dengan waktu ±50 menit. Kami bergerak dari Lampung pada pukul 17.30 WIB. Melaju di Tol Itera dengan kecepatan 100 km per jam, sesekali kecepatan kami kurangi karena banyaknya truk bermuatan penuh melintas di jalan yang sama. Ada juga kendaraan minibus milik beberapa perusahaan serta kendaraan pribadi.

Kami tiba di pintu menuju Pelabuhan Bakauheni pukul 18.20 WIB. Karena sudah tiba waktu magrib, kami shalat dan beristirahat sejenak.

Setelah berdiskusi mengenai makan malam di tempat atau bungkus, akhirnya kami pilih dibungkus saja. Rencananya makam di atas kapal penyeberangan atau feri.

Kemudian, pukul 19.00 WIB kami bergerak lagi  menuju Pelabuhan Bakauheni, tetapi tiket utuk penyeberangan belum kami miliki.

Pembelian tiket kami coba secara online tetapi gagal, sedikit rasa gelisah menyelimuti malam itu, ditambah lagi ada petugas yang menanyakan apakah sudah ada tiket. Kami belum punya tiket.

Lalu Abah yang mengemudikan mobil kami bersaran, “Sebaiknya Bapak putar lagi karena pembelian tiket secara online maksimal berjarak 4 kilometer sebelum tiba di pintu masuk.”

Abah dengan tegas mengatakan kepada petugas, “Tiket nanti kami beli.” dengan melaju begitu saja di hadapan mereka. Tidak disangka. petugas ternyata megejar dan memberhentikan kendaraan kami. Lagi-lagi Abah meyampaikan, “Ssudah kami pesan,” dan ia pergi meningggalkan mereka dengan wajah kesal. Berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh Abah, tiket dapat dibeli di kios-kios di sisi jalan dan alhmaduliillah tiket memang tersedia di kios pas di tanjakan menuju pintu pelabuhan dengan harga Rp750.000, karena pilihan kami adalah kapal express. Sedangkan kapal regular  tarifnya hanya Rp.500.000 per kendaraan golongan IVA. Sedangkan untuk penumpang dibebaskan dari pembayaran dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 10 orang.

Di tiket tertera jadwal keberangkatan pukul 20.45, maka kami segera bergegas menuju pintu masuk ke kapal tanpa menurunkan penumpang. Mobil kami langsung masuk ke dek 2  Kapal Motor Penyeberangan (KMP)  Legundi. Kapal ini digunakan sebagai kapal penyeberangan antarpulau yang mengangkut barang dan penumpang.

KMP Legundi memiliki panjang 109 meter dan lebar 19.6 meter dengan 6 dek (lantai).  Kapal ini milik Perusahaan ASDP, yaitu PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero), mulai beroperasi pada tahun 2014,  mampu menampung 812 orang, 26 truk kontainer 20 feet, dua unit truk tronton, 37 truk medium, dan 77 sedan/MPV/SUV. 

Tinggi geladak utama kapal ini 5,60 meter, serat air 4,10 meter, kecepatan  15,00 knot/jam. Knot adalah satuan kecepatan yang sama dengan satu mil laut (1,852 km) per jam, kira-kira 1,151 mil per jam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved