Berita Luar Negeri

Korea Utara Siaga Tinggi, Pesawat Nirawak Korsel Susupi Pyongyang: Perang Senjata Bisa Terjadi

Korea Utara menambahkan hal ini dapat menyebabkan “konflik bersenjata yang bahkan dapat meningkat menjadi perang,”

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
KCNA
Media Korea Utara, KCNA merilis gambar pesawat nirawak dari Korea Selatan yang memasuki wilayah Pyongyang pada Kamis (10/11/2024) 

“Kita harus memeriksa apakah itu dikirim oleh kelompok masyarakat,” sambungnya.

Ketegangan antara kedua Korea ini semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Media Pemerintah Korea Utara (KCNA) pada Jumat (4/10/2024) lalu, melaporkan bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tak akan ragu menggunakan senjata nuklir jika wilayahnya diserang musuh.

Dalam foto yang didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, tengah, berjalan di sekitar apa yang dikatakan rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17 pada peluncur, di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara pada 24 Maret 2022. (KCNA via KNS/AP PHOTO)
Dalam foto yang didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, tengah, berjalan di sekitar apa yang dikatakan rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17 pada peluncur, di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara pada 24 Maret 2022. (KCNA via KNS/AP PHOTO) (KCNA via KNS/)

Dia merujuk musuhnya itu ialah Korea Selatan dan sekutunya Amerika Serikat (AS).

"Jika musuh mencoba menggunakan angkatan bersenjata yang melanggar kedaulatan DPRK, maka DPRK akan menggunakan tanpa ragu-ragu semua kekuatan ofensif yang dimilikinya, termasuk senjata nuklir," kantor berita KCNA mengutipnya, menggunakan akronim untuk nama resmi Korea Utara.

Kim berbicara pada Rabu saat memeriksa pangkalan pelatihan militer pasukan khusus di sebelah barat Pyongyang, KCNA melaporkan, dikutip dari AFP.

Pernyataan itu muncul setelah Korea Selatan menggelar parade militer awal minggu ini, dengan Presidennya Yoon Suk Yeol mengancam berakhirnya rezim Korea Utara jika Pyongyang menggunakan senjata nuklir.

"Jika Korea Utara mencoba menggunakan senjata nuklir, mereka akan menghadapi tanggapan yang tegas dan luar biasa dari militer kami dan aliansi AS dan Republik Korea," kata Yoon.

"Hari itu akan menjadi akhir rezim Korea Utara," imbuhnya saat berpidato di hadapan ribuan anggota angkatan yang berkumpul di Pangkalan Udara Seoul untuk menghadiri acara tersebut.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kim mencap pemimpin Korea Selatan itu sebagai "boneka" dan "orang yang tidak normal", KCNA melaporkan.

Pernyataan Kim juga merujuk pada aliansi Korea Selatan dengan Amerika Serikat, yang merupakan mitra militer utamanya. Sebab, puluhan ribu tentara AS ditempatkan di Korea Selatan.

Diketahui, Korea Selatan tidak memiliki senjata nuklir sendiri dan dilindungi oleh payung nuklir AS.

Perselisihan terbaru itu terjadi beberapa minggu setelah Korea Utara mengungkapkan gambar fasilitas pengayaan uranium untuk pertama kalinya.

Mereka juga memperlihatkan pemimpin Kim sedang mengunjungi lokasi itu sambil meminta lebih banyak sentrifus untuk meningkatkan persenjataan nuklir negara itu.

Korea Utara yang melakukan uji coba nuklir pertamanya pada 2006 dan berada di bawah serangkaian sanksi PBB karena program senjata terlarangnya, belum pernah mengungkapkan rincian fasilitas pengayaan uraniumnya kepada publik sebelumnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved