Opini
Menggagas Pusat Persiapan Studi Lanjut
Peluang beasiswa, baik dari lembaga nasional seperti LPDP maupun internasional seperti Fulbright, Chevening, dan Australia Awards, semakin banyak ters
Jasman J Ma'ruf, Profesor Manajemen di FEB USK dan Rektor Universitas Teuku Umar periode 2014
ACEH adalah daerah dengan potensi sumber daya manusia yang besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan untuk memastikan generasi mudanya bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah rendahnya penguasaan bahasa Inggris. Mengingat pentingnya bahasa Inggris dalam pendidikan lanjutan dan dunia kerja global, perlu upaya serius untuk mengatasi hambatan ini.Pendirian Pusat Persiapan Studi Lanjut dan Pelatihan Bahasa Inggris di Aceh menjadi langkah konkret untuk menjawab tantangan tersebut. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga mempersiapkan para peserta untuk mendapatkan beasiswa dan melanjutkan studi ke jenjang master atau doktor, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan populasi sekitar 5 juta jiwa, Aceh adalah salah provinsi terbanyak memiliki perguruan tinggi negeri (PTN), yang terdiri atas universitas, sekolah tinggi, politeknik, dan perguruan tinggi swasta. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda Aceh memiliki akses yang cukup baik untuk mengenyam pendidikan tinggi di peringkat yang lebih tinggi. Setiap tahun, puluhan ribu lulusan strata 1 dan 2 dari Aceh berpotensi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, banyak dari mereka yang terbentur pada satu masalah utama: rendahnya kemampuan bahasa Inggris.
Penguasaan bahasa Inggris yang memadai adalah syarat utama untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, terutama untuk memperoleh beasiswa yang semakin kompetitif. Persyaratan seperti skor TOEFL minimal 550 atau IELTS 6.5 sering menjadi hambatan terbesar bagi para lulusan perguruan tinggi di Aceh. Karena itu, mendirikan pusat persiapan dan pelatihan bahasa ini menjadi solusi strategis untuk mempersiapkan generasi muda Aceh agar siap bersaing di tingkat global.
Mengapa pusat persiapan?
Peluang beasiswa, baik dari lembaga nasional seperti LPDP maupun internasional seperti Fulbright, Chevening, dan Australia Awards, semakin banyak tersedia. Namun, banyak calon mahasiswa dari Aceh yang belum mampu memenuhi persyaratan bahasa Inggris yang menjadi syarat utama seleksi beasiswa tersebut. Selain itu, banyak dari mereka yang belum memahami proses aplikasi beasiswa, seperti penulisan proposal penelitian, penyusunan CV yang menarik, dan keterampilan wawancara. Kekurangan ini sering kali menjadi penghalang bagi mereka untuk melanjutkan studi di luar negeri.
Pusat Persiapan ini akan memberikan pelatihan intensif dalam menulis proposal, menyusun CV profesional, dan persiapan wawancara beasiswa, sehingga mengurangi kesenjangan informasi dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan beasiswa. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan seperti ini secara signifikan meningkatkan peluang keberhasilan dalam aplikasi beasiswa.
Selain itu, pendekatan tradisional berupa pemberian beasiswa langsung sering kali tidak efisien dalam menjangkau penerima manfaat yang lebih luas. Studi dari World Bank (2017) menunjukkan bahwa investasi dalam persiapan studi lanjut dan sekaligus pelatihan bahasa sering kali lebih efektif daripada pemberian beasiswa langsung yang hanya menjangkau sejumlah kecil individu. Dengan mendirikan pusat persiapan ini, Pemerintah Aceh dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran pendidikan daripada hanya membiayai beberapa individu, pusat persiapan ini dapat melatih ratusan calon penerima beasiswa untuk bersaing secara mandiri dengan anggaran yang sama atau bahkan lebih kecil.
Investasi cerdas
Pendirian pusat persiapan ini merupakan investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang lebih kompetitif dan berdaya saing global. Investasi dalam pendidikan, khususnya dalam peningkatan kemampuan bahasa dan persiapan akademik untuk studi lanjut, adalah langkah cerdas yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memberikan imbal hasil berkelanjutan. Setiap satu tahun tambahan pendidikan dapat meningkatkan pendapatan individu rata-rata sebesar 8-10 persen (World Bank, 2018). Hal ini lebih signifikan ketika dikombinasikan dengan keterampilan bahasa Inggris. Kemampuan bahasa Inggris memberikan keunggulan kompetitif di pasar kerja global.
Selanjutnya investasi dalam pendidikan yang berfokus pada pelatihan dan pengembangan keterampilan memiliki efek pengganda yang lebih besar dibandingkan dengan investasi dalam bentuk beasiswa individu. Dengan anggaran yang sama, pendirian pusat persiapan Ini dapat melatih sekitar 200 peserta dalam satu tahun. Jika hanya 20?ri mereka berhasil mendapatkan beasiswa, dampaknya sudah lebih besar dibandingkan dengan pemberian beasiswa langsung yang mungkin hanya bisa menjangkau 10-15 orang. Bagi peserta yang tidak berhasil mendapatkan beasiswa, mereka tetap mendapatkan manfaat dari peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan keterampilan akademik yang bisa digunakan untuk karier mereka di tingkat nasional.
Mengandalkan beasiswa langsung sebagai satu-satunya cara untuk meningkatkan pendidikan tinggi di Aceh tidak efisien dan menciptakan ketergantungan pada sumber daya eksternal. Dengan mendirikan pusat persiapan, pendekatan ini mengubah paradigma dari "memberi ikan" menjadi "memberi kail".
Sementara itu, investasi dalam pendidikan yang terfokus pada pengembangan kapasitas lokal menghasilkan dampak jangka panjang yang berkelanjutan. Dengan mempersiapkan lulusan perguruan tinggi Aceh untuk bersaing di panggung global, pusat persiapan ini akan membangun kapasitas lokal yang dapat berkontribusi pada berbagai sektor, termasuk pendidikan, pemerintahan, bisnis, dan organisasi non-profit. Lulusan yang kembali dari studi luar negeri diharapkan membawa kembali pengetahuan dan jaringan internasional yang dapat membantu memajukan penelitian, inovasi, dan kebijakan publik di Aceh.
Diaspora Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jasman-Ketua-IKA-USM.jpg)