Berita Aceh Utara

Antisipasi Banjir Berulang, SEAQIS Sarankan Taman Terapung untuk SMA Negeri 1 Matangkuli

Dr Elly menyarankan agar SMA Negeri 1 Matangkuli mengembangkan inovasi agar taman dan ekosistem hayati dapat selamat meski banjir datang

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
IST
Kunjungan Head of Research and Development Division SEAQIS, Dr Elly Herliani ke SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara, Kamis (17/10/2024) disambut oleh pimpinan sekolah, guru, dan peserta didik. 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM - SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara, kedatangan tamu istimewa dari salah satu lembaga Menteri Pendidikan Asia Tenggara, yaitu South East Asian of Minister Education Organization (SEAMEO) Quality Improvement for Teacher and Educational Personnel (QITEP) bidang Science, atau SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS).

Kedatangan tamu tersebut pada hari Kamis (17/10/2024)  juga disambut oleh Plt Kabid SMA dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (LPLK) Dinas Pendidikan Aceh, Jhon Abdi MPd, serta Kasubbag TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Junaidi SST MPd, dan Kabid Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara, Samsul Rizal.

Dalam kunjungannya, SEAQIS dipimpin oleh Dr Elly Herliani MPhil, Head of Research and Development Division.

Menurut Khairuddin MPd, kunjungan tersebut sangat memberi makna bagi SMA yang dipimpinnya.

"Meski sering dilanda banjir, sekolah kami tetap memberikan perhatian pada penyelamatan lingkungan hidup," ujarnya kepada Serambinews.com, Sabtu (19/10/2024) malam.

Baca juga: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Dibom, Situasi Makin Kritis, Pasien tanpa Obat dan Makanan

“Banjir baru saja surut, tiba-tiba kami mendapat kunjungan dari SEAQIS yang selama ini memberi perhatian pada lingkungan, isu climate crisis, serta ketahanan iklim dan green school yang dapat dijadikan kajian dan aksi nyata di satuan pendidikan kami,” ujarnya.

Khairuddin menceritakan bahwa Dr Elly tidak hanya melakukan pertemuan dengan pimpinan sekolah dan perwakilan Dinas Pendidikan Aceh. 

Ia juga memberikan pemaparan yang dihadiri oleh guru dan siswa di SMA Negeri 1 Matangkuli terkait isu lingkungan, termasuk komitmen kurikulum Indonesia yang nantinya diharapkan memasukkan fokus 'climate crisis' sebagaimana pesan UNESCO.

Menyadari sekolah di kawasan Aceh Utara yang rawan banjir, Dr Elly menyarankan agar SMA Negeri 1 Matangkuli  mengembangkan inovasi agar taman dan ekosistem hayati dapat selamat meski banjir datang, yaitu floating garden (taman terapung). 

Floating garden sendiri atau taman mengambang merupakan penanaman tanaman di atas tanah yang ditopang oleh rakit atau penopang mengapung lainnya, sehingga tetap selamat meski banjir datang melanda.

Baca juga: PW IPHI Aceh Lantik PD IPHI Abdya, Ketua IPHI Aceh : IPHI Berpeluang Gerakkan Ekonomi Umat di Abdya

Plt Kabid SMA/PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Jhon Abdi berharap pertemuan awal ini dapat menjadi landasan ikatan kerja sama yang lebih besar untuk banyak sekolah di Aceh. 

“Selama ini SEAQIS sudah memiliki MoU dengan SMA Negeri 2 Langsa, sejak April 2024. Bisa jadi ke depan dapat dilanjutkan dengan SMA Negeri 1 Matangkuli

Namun, lebih dari itu, kebermanfataan mengatasi 'climate crisis' terutama dalam menjaga lingkungan hidup merupakan ikhtiar yang besar. 

Kita dapat menjajaki untuk kerja sama yang lebih luas lagi dengan banyak sekolah di Aceh,” tandas mantan guru matematika di SMA Negeri 1 Lhokseumawe ini.(*)

Baca juga: Rumah dan Fasilitas Umum Kembali Terendam Banjir di Matangkuli

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved