Jurnalisme Warga
Seru dan Nyamannya Aktualisasi Diri di Majalah Bahari
Tujuanya adalah untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pembentukan karakter peserta didik.
ERIKA SYIFAQ, Taruni Kelas XI Perhotelan SMKN 1 Jeunieb, melaporkan dari Jeunieb, Bireuen
SAAT ini pemerintah sedang gencar-gencarnya menyuarakan tentang pendidikan karakter. Berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Nomor. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan karakter bukan hanya merupakan tuntutan undang-undang, melainkan juga tuntutan agama. Setiap agama mengajarkan karakter atau akhlak pada pemeluknya.
Tujuanya adalah untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pembentukan karakter peserta didik.
Berbagai macam media dapat digunakan untuk melakukan penguatan pendidikan karakter, salah satunya adalah media cetak. Oleh karena itu, majalah sekolah merupakan salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan ini.
Majalah sekolah adalah salah satu media yang digunakan untuk menyalurkan ide atau gagasan warga sekolah.
Ekosistem sekolah tentunya memiliki warga yang memiliki ide dan pandangan terkait informasi yang ada di lingkungan sekolah.
Majalah sekolah berisi seputar aktivitas yang dilakukan di sekolah. Ada banyak guru dan siswa hebat di sekolah, sangat disayangkan “mereka” tidak meninggalkan jejak digital dan tidak mendokumentasikannya.
Majalah Bahari dikelola sebagai program literasi dan program inspirasi untuk memacu semangat membaca dan menulis di SMKN 1 Jeunieb.
Diinisiasi oleh kepala sekolah, Majalah Bahari yang isinya beragam rubrikasi seperti fokus utama, lini masa, opini, warna-warni, renungan, puisi, karyaku, dan kegiatan sekolah.
Untuk pengelolaan majalah sekolah yang baik tentunya diperlukan tim yang solid dan produktif. Produktif yang dimaksud di sini adalah semua personel pengelola majalah memiliki kemampuan untuk berliterasi dan menuangkan idenya dalam majalah.
Agar majalah sekolah berjalan dengan baik dan lancar diperlukan kolaborasi dan sinergi seluruh stakeholder yang ada di sekolah dan diperlukan evaluasi berkala dengan didampingi oleh penanggung jawab majalah sekolah.
Setidaknya, majalah sekolah harus mampu menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan oleh seluruh anggota civitas pendidikan yang menerbitkannya.
Mulai dari siswa pembacanya, bapak ibu gurunya, juga para penulis artikel di majalah sekolah tersebut.
Lalu, mengapa majalah sekolah itu penting?
Karena dengan adanya majalah sekolah dapat mewadahi sarana berekspresi dan berkreasi bagi kami siswa dan guru.
Majalah sekolah yang dikelola secara serius akan memberi nilai promotif bagi sekolah.
Kreasi dan prestasi para siswa dapat ditampilkan di majalah sekolah, dan hal ini adalah promosi yang sangat murah sekaligus efektif kepada masyarakat.
Tentunya, majalah ini menjadi wadah kreativitas kami untuk berbagi informasi maupun wadah untuk menampung ide dan pendapat semua warga SMKN 1 Jeunieb.
Selain itu, majalah ini diharapkan juga sebagai mediator program-program sekolah agar dapat lebih tersosialisasikan kepada seluruh warga sekolah.
Majalah ini adalah potret perjalanan SMKN 1 Jeunieb yang berbentuk informasi dan komunikasi yang terjadi di lembaga kita ini, untuk prestasi apa saja yang sudah diperoleh sekolah.
Manfaat Majalah Bahari, antara lain, adalah 1). sebagai media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan, dan hiburan; 2). wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya; 3). sarana publikasi sekolah kepada masyarakat; 4).. menjadi kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah, terutama saat akreditasi; dan 5). Majalah Bahari juga merupakan salah satu media bagi siswa yang introvert untuk menunjukkan bakatnya tanpa harus berbicara di depan khalayak ramai.
Pendidikan karakter
Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, juga mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam berbagai bentuk, di antaranya cetak, visual, dan digital.
Literasi menjadi salah satu persoalan yang sangat diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan adanya Gerakan LIterasi Sekolah (GLS).
GLS dituangkan dalam gerakan membaca buku jenis apa saja, yang saat ini menjadi program wajib yang harus dilaksanakan seluruh sekolah sebelum memulai proses belajar-mengajar.
GLS merupakan program yang resmi secara nasional di bawah payung hukum Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penanaman Budi Pekerti.
Bagi saya, Majalah Bahari pada prosesnya tidak hanya menjadi tempat belajar menulis, tetapi juga tempat berorganisasi yang baik.
Di dalam tim Majalah BAHARI, saya belajar membuat program, disiplin waktu karena deadline setiap rubrik, team work (kerja sama tim), dan bagaimana menghargai orang lain, termasuk karyanya.
Majalah Bahari menjadi media yang efektif untuk pendidikan karakter. Sungguh asyik dan menyenangkan terlibat dalam pengelolaan Majalah Bahari dari waktu ke waktu karena saya dapat belajar dan menemukan banyak nilai (values) dan benefit di dalamnya.
Kebutuhan untuk dihargai
Menurut psikolog behaviorisme, Abraham Maslow, dalam diri setiap manusia terdapat hierarki kebutuhan yang tidak mungkin kebutuhan yang lebih tinggi terpenuhi sebelum kebutuhan yang lebih rendah tercukupi.
Salah satu kebutuhan manusia adalah kebutuhan untuk dihargai (esteem). Jikalau kebutuhan untuk dihargai ini telah terpenuhi maka ia akan berusaha memenuhi kebutuhan aktualisasi diri (self actualization) sebagai kebutuhan tertinggi.
Begitu pula dengan kami siswa, jika kami tidak diberi kesempatan untuk berkarya dan mengapresiasinya, mungkin saja kami tidak menyadari bahwa kami meniliki bakat besar.
Bagi saya, melihat teman dan guru dapat menuangkan ide-ide liar dan meramunya menjadi karya-karya yang sungguh apik, itu benar-benar sebuah kegembiraan tersendiri.
Apalagi, jika saya mampu mengeksplorasi dan mengembangkan berbagai bakat dan minat saya, tentu merupakan kebahagiaan dalam batin yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata.
Majalah Bahari SMKN 1 Jeunieb memberi keluasan bagi saya untuk memenuhi kebutuhan akan penghargaan. Misalnya, tulisan dan karya saya yang dipublikasikan di Majalah Bahari akan memberi penghargaan istimewa bagi saya pribadi.
Dalam proses yang terjadi, saya akan menemukan hal-hal luar biasa, dengan catatan aktivitas ini sungguh saya menikmati dan menyukainya.
Namun, hal itu membuat saya tersadar akan beberapa hal dan tergelitik untuk bertanya. mengapa bakat menulis saya baru muncul saat berada di sekolah ini?
Saya juga patut bertanya, mengapa potensi saya ini tidak terdeteksi sebelumnya? Ke mana saya selama ini?
Padahal, sekolah selalu mengapresiasi dan memfasilitasi karya-karya hebat kami untuk dipublikasi. Berangkat dari pengalaman itu, saya kemudian patut mengajukan sebuah pertanyaan, apakah selama ini para siswa di SMKN 1 Jeunieb telah serius belajar sesuai minat dan bakatnya? Ataukah kami masih sekadar belajar tanpa coba melakukan berbagai modifikasi, inovasi, atau kontekstualisasi?
Belum lagi, kita bicara soal keragaman talenta setiap individu anak, ekosistem pendidikan sekolah ini telah memberikan ruang bagi potensi-potensi yang berbeda untuk berkembang.
Semoga ke depannya Tim Jurnalistik SMKN 1 Jeunieb akan terus menghasilkan karya-karya jurnalistik yang kreatif dan inovatif, serta menjadi media yang positif bagi seluruh siswa dan juga bapak ibu guru untuk menuangkan ide dan gagasanya sehingga mampu mendorong kemajuan sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ERIKA-SYIFAQ.jpg)