Cahaya Aceh
Manisnya Memek, Warisan Budaya Indonesia dari Simeulue, Paling Enak Disantap di Pantai
Santapan sederhana berbahan dasar beras ketan putih dan pisang kepok ini hanya bisa ditemui pada perayaan adat warga Simeulue, atau hanya disajikan
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Yeni Hardika
SERAMBINEWS.COM - Tatkala angin sepoi-sepoi menerpa lembut di wajah. Riuh terdengar suara daun yang rindang dari pohon cemara.
Gemuruh suara deburan ombak menghantam bibir pantai. Sejumlah anak muda asik berfoto disana.
Pasir putih menghadap ke lautan lepas Samudra Hindia semakin membuat suasana kian nyaman terasa.
Benar saja, Pantai Lantik atau sebutan lokal Alaek Sektara (Pasir yang Panjang) menjadi salah satu tujuan masyarakat di Kabupaten Simeulue sebagai sarana rekreasi Keluarga.
Suasana yang rindang, pasir putih yang luas dan aneka makanan disediakan disana.
Pantai yang terletak di Desa Lantik, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue itu menyajikan panorama Pantai yang memanjakan mata.
Tidak sedikit wisatawan luar daerah menyempatkan diri singgah di sana.
Nama Pulau Simeulue masih kurang akrab didengar oleh para pelancong wisata. Sebab daerah itu merupakan pulau terluar di Indonesia.
Simeulue adalah salah satu kabupaten di Aceh, Indonesia. Lokasinya berada kurang lebih 150 km dari lepas pantai barat Aceh.
Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak peningkatan status pada tahun 1996 dan peresmian pada tahun 1999, dengan harapan pembangunan semakin ditingkatkan di kawasan ini.
Baca juga: Danau Laot Tadu di Nagan Raya, Menikmati Indahnya Danau dan Wisatawan Berkeliling dengan Boat
Meski berada sebagai daerah terluar, kepulauan dengan 11 kecamatan itu menyimpan sejumlah destinasi wisata yang sayang jika tidak dikunjungi.
Mulai dari sektor bahari, hutannya, hingga tradisi dan makanan khasnya begitu menarik untuk diketahui.
Salah satu destinasi wisata yang hits di Pulau Simeulue ialah Pantai Alaik Sektare yang terletak di Desa Lantik, Kecamatan Teupah Barat.
Sesuai dengan namanya, pantai ini menyajikan hamparan pasir putih yang cukup luas dan panjang.
Berjarak sekitar setengah jam perjalan dari ibu kota Sinabang, Pantai Lantik menjadi lokasi wisata yang kerap dikunjungi wisatawan, terlebih saat libur lebaran hari raya idul fitri.
Dengan pepohonan pinus rindang, para pelancong langsung disuguhkan dengan hamparan pasir putih pantai, serta pemandangan luas laut biru samudera hindia.
Deburan ombak kecil, menambah symphony saat duduk di tepi pantai.
Selain itu, saat senja, di lokasi pantai itu menyuguhkan pemandangan sunset yang sangat indah.
Warna jingga menghiasi langit, sembari menunggu terbenamnya mentari.
Baca juga: Tebing Lamreh Krueng Raya Kini Bersolek Menawarkan Nuansa Baru

Saat berkunjung ke lokasi wisata itu, disana juga dijual aneka makanan khas Simeulue.
Para pelancong dapat mencicipi sedapnya makanan khas memek dan tabaha (Makanan dengan bahan baku pisang dan sagu). Tentu, dengan tarif yang sangat ramah di kantong.
Para pelancong juga, saat masuk ke pantai tersebut, gratis tanpa ada pungutan biaya sebagaimana halnya lokasi wisata pada umumnya.
Aleng Maulida salah seorang pengunjung mengaku hampir setiap lebaran mengunjungi lokasi wisata tersebut.
Terlebih pada lebaran 2024, salah seorang temannya yang berasal dari Aceh Barat, sengaja berkunjung ke Simeulue.
Dirinya sudah cukup lama ingin mencoba langsung makanan khas Simeulue dengan nama yang sedikit ambigu di telinga.
Adalah Memek, sajian khas yang menjadi daya tarik bagi para pelancong.
Di pantai itu, disediakan sajian Memek mulai dari varian panas hingga dingin.
Para pelancong juga dapat merequest langsung toping yang ingin disajikan pada memek tersebut.
Seperti Memek Pokat dan Memek Keju. Makanan ini disediakan dalam bentuk panas dan dingin.
Baca juga: Pesona Pantai Tebing Lampuuk, Estetiknya Bebatuan Menjulang Vertikal, Primadona Swafoto Wisatawan
Santapan sederhana berbahan dasar beras ketan putih dan pisang kepok ini hanya bisa ditemui pada perayaan adat warga Simeulue, atau hanya disajikan sebagai menu penghormatan untuk tamu.
Namanya yang unik, membuat para pengunjung penasaran akan sajian kuliner warisan nenek moyang dari pulau terluar Aceh itu.
Tidak sedikit dari para pengunjung berbondong-bondong mencicipi sajian kuliner manis yang berbentuk bubur tersebut.
Selain memiliki nama yang unik, kuliner khas Simeulue Memek itu juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada 2019.
“Paling enak itu Memek campur keju. Manis dan lezatnya pisang, semakin menyatu dengan campuran keju yang sedikit asam,” kata Aleng, Minggu (6/10/2024).
Hal serupa juga dikatakan Herwanda. Ia mengatakan, bahwa pantai tersebut dapat menjadi pilihan bagi wisatawan luar Simeulue untuk menyempatkan merasakan indahnya pantai Lantik.
Bendahara Dekranasda Simeulue, Agnes, mengatakan sajian memek bertekstur kasar dan lembut.
Manis dan gurih jadi rasa paling dominan dalam kuliner khas daerah kepulauan di Aceh itu.
Menurutnya, selain daya pikat wisata bahari, wisatawan yang berkunjung ke Simeulue kini mulai tertarik dengan kuliner di sana. Salah satunya memek.
Baca juga: Mie Aceh Marlin, Kreasi Unik Hidangan Ikonik Khas Aceh Pakai Ikan
“Kuliner ini jadi incaran wisatawan. Mungkin karena namanya unik, jadi mereka penasaran,” ujarnya.
Sajian kudapan seperti bubur itu laris terjual sejak hari pertama pembukaan.
Menurutnya, banyak warga yang penasaran akan makanan tersebut.
Sehingga hal itu pula yang menjadi pemantik para pengunjung datang ke stan Simeulue.
"Selain memek kita juga ada jual tabaha, makanan khas yang terbuat dari sagu," pungkasnya. (*)
CEK ARTIKEL LAINNYA TENTANG WISATA ACEH DI SINI
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Cahaya Aceh
Simeulue
Makanan Khas Simeulue
Memek
bubur
Aceh
Pantai Lantik
Kabupaten Simeulue
Serambi Indonesia
Serambinews
Desa Lantik Simeulue
Museum Keliling Masuk Sekolah, Alternatif Edukasi Kesadaran Mitigasi Bencana |
![]() |
---|
Selama Enam Bulan ke Depan, BPBA dan Disbudpar Aceh Gelar Pameran Kebencanaan |
![]() |
---|
Menyusuri Sabang, Surga Bahari di Ujung Barat Indonesia |
![]() |
---|
Aceh Perkusi 2025 di Aceh Utara Meriah, Acara Hingga Besok, Gubernur Mualem Tabuhkan Rapai Pasee |
![]() |
---|
Aceh Perkusi 2025 Berlangsung Meriah di Aceh Utara, Mualem Tabuhkan Rapai Pase |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.