Kajian Islam
Alasan Daripada Mubazir, Bolehkah Mengambil atau Memakan Sesajen? Begini Penjelasan Buya Yahya
Sesajen merupakan tradisi dan kebudayaan di Indonesia. Sesajen biasanya berisi makanan untuk disajikan dan dipersembahkan kepada leluhur.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Mursal Ismail
"Enggak boleh Anda tendang, Anda ambil gak boleh, ini urusan agama mereka, di kuil-kuil mereka, di tempat-tempat ibadah mereka atau bahkan di rumah mereka, di kampung mereka, enggak boleh Anda ikut-ikut apalagi mengambilnya," tegas Buya Yahya.
Berbeda jika Anda diberi makanan oleh orang yang beda agama dengan Anda, selagi makanan itu bukan yang haram, Anda boleh menerima pemberian mereka, seperti es krim atau makanan lainnya.
Dalam hal ini, jangan jadikan perbedaan keyakinan lalu Anda membuat sesuatu yang tidak benar termasuk mengambil sesajen mereka.
Selagi itu sesajen disajikan untuk keperluan agama mereka, biarkan itu menjadi urusan mereka.
Baca juga: Penting Bagi Orang Tua, Ini Tips Mendidik Anak Agar Tak Nakal dan Menjadi Pintar Menurut Buya Yahya
Akan tetapi sambung Buya Yahya, hal yang perlu dikhawatirkan adalah ketika sesajen itu disajikan oleh sesama kaum muslim yang di mana mereka kurang dalam pemahaman agama.
"Misalnya saudara Anda tak taunya membuat makanan ditaruh di pojok sawahnya katanya untuk Dewi Padi agar padinya subur," terang Buya.
Apabila saudara ataupun tetangga anda ada yang menyajikan sesajen, anda sebagai sesama umat muslim harusnya saling menasIhati dan memberi tahu mereka bahwa hal itu salah.
Berilah mereka nasihat dan pemahaman secara lembut dan bijaksana tanpa harus menyakiti hati mereka karena bisa jadi mereka juga tidak paham syariat Islam yang sebenarnya.
Jangan pula anda datang tiba-tiba dan langsung mengambil dan merusak sesajen mereka, justru ini dapat membuat permusuhan.
"Sebaiknya beri dia nasihat bahwasanya kalau ingin menolak bala, ya sudah disedekahkan bukan sesajen, bukankah Nabi mengajarkan sedekah untuk menolak bala," kata Buya.
Baca juga: Ini Manfaat Biji Selasih untuk Kesehatan Usus dan Tubuh ala dr Zaidul Akbar, Resep Sehat dan Lezat
Jadi dapat disimpulkan bahwa, jika umat lain membuat sesajen, hormati mereka sesuai keyakinannya.
Apabila sesajen dibuat oleh sesama muslim, nasihati mereka secara lembut tanpa harus merusak atau mengambil sesajen mereka karena itu bukan hak anda.
Jika pun mubazir, itu juga bukan urusan anda, sebab kalaupun anda menyelamatkan sesajen tersebut dan jika orang yang punya sesajen tidak terima hal itu juga bisa menjadi permusuhan.
"Kalau anda buat permusuhan nanti, sehingga menjadi jauh dari anda karena anda sok dalam beragama, congkak, nasihati dulu mungkin mereka belum mengerti," pungkas Buya Yahya.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
Sembuhkan Was-was Najis dengan Cara Ini, Diungkap Buya Yahya Islam Itu Mudah |
![]() |
---|
Jangan Sampai Nikah Jadi Neraka, Ini Pesan Buya Yahya Soal Rumah Tangga |
![]() |
---|
Buya Yahya Bongkar Penyebab Anak Mudah Marah: Berawal dari Rumah Tangga |
![]() |
---|
Urutan Wali Nikah Wanita Jika Ayah Sudah Meninggal Dunia, Ini Aturannya Menurut Kemenag |
![]() |
---|
Siapa yang Jadi Wali Nikah Jika Ayah Sudah Tiada? Ini Penjelasan Buya Yahya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.