PBNU Undang Presiden Prabowo Subianto Buka Konferensi Internasional Humanitarian Islam
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat ini rencananya akan dibuka Presiden RI, Prabowo Subianto.
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat ini rencananya akan dibuka Presiden RI, Prabowo Subianto.
Laporan Khalidin Umar Barat I Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Internasional Humanitarian Islam (International Conference on Humanitarian Islam atau Muktamar al-Dawli al-Islam Lil Insaniyah), Selasa (5/11/2024).
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat ini rencananya akan dibuka Presiden RI, Prabowo Subianto.
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla, mengatakan gerakan Humanitarian Islam atau Islām lil Insāniyah sendiri telah dicetuskan sejak 10 tahun yang lalu oleh elemen-elemen Nahdlatul Ulama dalam konteks perkembangan pemikiran dan gerakan NU.
Gerakan ini, kata Gus Ulil, hendak menawarkan solusi berbasis pada karakter Islam Nusantara atau Islam Indonesia yang damai dan ramah bagi dunia yang semakin kompleks dari fenomena pergeseran geopolitik hingga maraknya populisme yang berbasis pada agama dan rasisme, meningkatnya ancaman kekerasan dan perang, serta kesenjangan dan kemiskinan global.
"Humanitarian Islam merupakan kelanjutan dan penguatan terhadap konsep khittah NU 1926, Pribumisasi Islam, Islam Rahmatan lil ‘Alamin, dan Islam Nusantara serta Fiqh Peradaban yang sejalan dengan konsep dasar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," jelas Gus Ulil dalam keteran persnya, Sabtu (2/11/2024) kepada Serambinews.com.
Senada, Ketua PBNU H Ahmad Suaedy menjelaskan bahwa konsep Humanitarian Islam telah diperdebatkan oleh sejumlah intelektual dan akademisi global dengan terbitnya buku Humanitarian Islam: Reflecting on an Islamic Concept yang diedit oleh Rüdiger Lohlker & Katharina Ivanyi dan diterbitkan oleh Brill tahun 2023.
Baca juga: Hasil Lengkap Liga Italia: Juventus ke 3 Besar Usai Kalahkan Udinese, AC Milan Dekati Zona Eropa
Humanitarian Islam yang diusung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Chlil Staquf atau Gus Yahya, kata Ahmad Suaedy, merupakan implementasi dalam skala global dari ajaran Ahlusunnah wal Jamaah an-Nahdliyah atau Aswaja an-Nahdliyah tentang tawasuth (tengah-tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (berimbang), dan i‘tidal (adil).
"Dengan berbasis dan terinspirasi oleh ajarah Islam Aswaja an-Nahdliyah dari para pendiri (muassis) NU, Gus Yahya berinisiatif membangun gerakan global Humanitarian Islam.
Ajaran-ajaran tersebut dianggap sejalan dengan ideologi dan filosofi bangsa Indonesia, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika guna memberikan kontribusi bagi dunia yang damai dan adil," ujar Suaedy.
Diikuti 20 Professor, Akademisi, dan Kiai
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Humanitarian Islam, Ahmad Ginanjar Sya'ban menerangkan, konferensi Humanitarian Islam akan dihadiri sejumlah kiai, cendekiawan, dan akademisi internasional dari Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Australia, Afrika dan Asia Tenggara serta Indonesia.
"Konferensi ini akan diikuti oleh sekitar 20 profesor dan akademisi luar negeri serta kiai dan 20 peninjau dari akademisi dalam negeri," jelas Ginanjar.
Baca juga: Bolivia Rusuh, Massa Pendukung Eks Presiden Evo Morales Serbu Pos Militer, 200 Tentara Disandera
Baca juga: Hasil Lengkap Liga Inggris: Man City dan Arsenal Tumbang, Liverpool Kuasai Puncak Klasemen
Beberapa di antaranya adalah Profesor Robert W Hefner dari Boston University AS, Profesor Greg Barton dari Deakin University Australia, KH Afifuddin Muhajir dari Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbono Jawa Timur,
Kompak, Wakil Bupati Aceh Singkil dan Komunitas Pemuda Gelar Safari Subuh Berjamaah |
![]() |
---|
Demo Meluas, Aceh Kondusif Bukan Berarti Masyarakat tidak Peduli |
![]() |
---|
REALISTIG VII Resmi Dibuka, Ajang Prestisius Pelajar Aceh untuk Gali Potensi dan Bangun Karakter |
![]() |
---|
RSJ Aceh Produksi Film 'Noeh', Rafly Kande Izinkan Lagunya Jadi Soundtrack Tanpa Minta Royalti |
![]() |
---|
UNBP Raih Serambi Ekraf Awards, Sulap Daun Kelor dan Tongkol Jadi Menu Bergizi untuk Cegah Stunting |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.