Kesehatan
Mana yang Lebih Sehat Antara Nasi Panas dan Nasi Dingin? Simak Penjelasan Ahli Gizi Berikut
Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo mengonfirmasi, nasi panas dan nasi dingin memiliki perbedaan, khususnya kandungan karbohidrat
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Nasi merupakan makanan pokok di Indonesia dan menjadi bagian utama dari berbagai hidangan Nusantara.
Biasanya, nasi disajikan dalam keadaan hangat setelah baru dimasak. Namun, tren baru kini muncul di kalangan masyarakat Indonesia, yaitu mengonsumsi nasi dalam kondisi dingin.
Selain memberikan cita rasa yang unik, banyak yang percaya bahwa nasi dingin memiliki manfaat tambahan bagi kesehatan.
Lantas, apakah ada perbedaan mengonsumsi nasi dingin dan nasi panas?
Diantara keduanya, mana yang lebih sehat?
Nasi panas vs nasi dingin
Dilansir dari Kompas.com, Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo mengonfirmasi, nasi panas dan nasi dingin memiliki perbedaan, khususnya kandungan karbohidrat yang akan dicerna oleh tubuh.
Baca juga: Ini Alasan Alasan Nasi Dingin Lebih Sehat Dibanding Nasi Panas Bagi Penderita Diabetes
Namun, nasi dingin yang dimaksud adalah nasi yang sengaja didinginkan melalui refrigerator.
Refrigerator adalah alat elektronik yang berfungsi untuk mendinginkan makanan dan minuman agar tetap awet dan segar.
"Mengonsumsi nasi yang didinginkan di dalam refrigerator ternyata memiliki kelebihan yang menguntungkan bagi tubuh dibandingkan mengonsumsi nasi panas," kata Toto, Jumat (25/10/2024) dikutip dari Kompas.com.
Hal ini senada dengan temuan studi kecil yang dilakukan peneliti Polandia dari Universitas Ilmu Kedokteran Poznan dan diterbitkan di Nutrition and Diabetes pada 16 April 2022
Dilansir dari Bussiner Insider, studi yang mempelajari 32 pasien diabetes tipe 1 itu membandingkan kadar gula darah setelah partisipan mengonsumsi 46 gram nasi panas dan 46 gram nasi dingin yang sudah dimasukkan ke dalam lemari es selama 24 jam.
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi nasi dingin memiliki kadar gula darah yang lebih stabil.
Selain itu, peningkatan lonjakan gula darah lebih sedikit dan waktu lonjakan gula darah yang lebih singkat dibandingkan mereka yang mengonsumsi nasi panas.
Hal ini karena nasi dingin mengandung lebih banyak pati resisten daripada nasi panas.
Pati resisten dinilai lebih lambat dicerna sehingga membantu menyeimbangkan penyerapan karbohidrat lain untuk menyeimbangkan gula darah, mirip seperti serat.
| Ini Bahaya Obat Diabetes Dipakai untuk Diet Instan |
|
|---|
| Masuk Usia 50 Tahun? Ini 7 Tips Kardio Agar Jantung Tetap Sehat |
|
|---|
| Diabetes di Indonesia Bak Gunung Es, Jutaan Orang Belum Terdeteksi |
|
|---|
| 4 Cara Mengatasi Bau Kaki, Ampuh Hilangkan Bau Tak Sedap dan Tingkatkan Percaya Diri |
|
|---|
| 10 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Kolesterol hingga Jaga Imun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nasi-putih-11.jpg)