Jurnalisme Warga
Dua Tahun Menanti, Kelas Menulis Akhirnya Hadir di Sabang
Saya cukup antusias dengan suasana seperti ini karena saya yakin ke depannya banyak ilmu yang bisa saya dapatkan dari mereka.
Hayatullah berharap ke depannya kegiatan FAMe di Sabang aktif dilaksanakan. Kelas menulisnya pun rutin dibuat setiap bulannya.
Di sesi terakhir, Yarmen membuka kelas perdana FAMe dengan mengutip pernyataan William Shakespeare, “Kalau Anda ingin dikenang setelah kematian Anda, maka menulislah!”
Pada kelas perdana ini, Yarmen fokus memberikan motivasi serta berbagi pengalaman kreatifnya dalam menulis.
Menurutnya, menulis bukanlah bakat, melainkan keinginan (minat) dan kemampuan yang terus diasah.
“Semua orang bisa menjadi penulis, kecuali yang tidak mau,” imbuhnya.
Untuk bisa menjadi penulis, katanya, yang pentingnya kita memiliki pola pikir yang tidak menganggap bahwa menulis itu adalah bawaan bakat dari lahir. Karena kalau kita berpikir seperti itu, tidak akan ada kesempatan untuk memulai.
Yarmen juga menyampaikan bahwa penulis yang baik adalah pembaca yang lahap. “Jika ingin menjadi penulis yang baik, membacalah sebanyak-banyaknya,” pesan Yarmen.
Ia juga menyampaikan, turunan karier sebagai penulis sangatlah luas. Kita bisa menjadi penulis naskah, editor, cerpenis, penulis pidato, hingga menjadi penulis buku. Menjadi seorang penulis juga butuh kegigihan yang kuat.
Meskipun begitu, banyak juga hambatan menjadi seorang penulis. Terkadang kita menunggu waktu yang pas untuk menulis, harus menunggu momen yang tepat, suasana batin (mood) yang tenang.
“Padahal, jika seseorang terus menunggu waktu yang paling ideal untuk menulis, ia akan mati tanpa sempat menuliskan satu huruf pun,” ujarnya.
Oleh karenanya, salah satu cara paling tepat adalah jika kita punya ide, segera tuangkan menjadi tulisan. Sekarang sudah banyak aplikasi yang bisa kita gunakan untuk menulis di gawai. Menulis pun bisa di mana saja.
Menulis juga bisa kita jadikan untuk menambah pundi-pundi rupiah. Misalnya, dengan mengikuti lomba menulis. Banyak sekali lomba menulis yang diadakan baik di tingkat daerah maupun nasional, semuanya ada hadiahnya.
Ataupun dengan menulis buku,. penghasilan si penulis juga cukup menggiurkan. Maka, jangan pernah takut untuk menjadi penulis.
Motivasi yang diberikan Yarmen di kelas perdana FAMe Sabang cukup memotivasi para peserta. Hingga kemudian seorang peserta yang berprofesi sebagai guru bertanya mengenai kiat membuat buku yang bagus.
Menurutnya, jika sebuah buku dibuat terlalu tebal akan membuat pembaca cepat bosan. Apalagi saat ini banyak sekali orang yang memilih membaca di gawai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MUHAMMAD-NAUVAL-SABANG.jpg)