Jurnalisme Warga
Dua Tahun Menanti, Kelas Menulis Akhirnya Hadir di Sabang
Saya cukup antusias dengan suasana seperti ini karena saya yakin ke depannya banyak ilmu yang bisa saya dapatkan dari mereka.
MUHAMMAD NAUVAL, A.Md.Kep., perawat di Puskesmas Sukakarya dan Wakil Koordinator FAMe Chapter Sabang, melaporkan dari Kota Sabang
Kamis, 31 Oktober 2024 merupakan hari bersejarah bagi gerakan literasi di Sabang. Sebab, pada hari itu terbentuk sekaligus dideklarasikan terbentuknya chapter ke-15. Forum Aceh Menulis (FAMe) di kota wisata ini.
FAMe merupakan komunitas literasi yang didirikan oleh Pak Yarmen Dinamika bersama Riri Istafa Najmi, dkk di Banda Aceh tahun 2017. Sekarang, FAMe telah dibentuk di berbagai kabupaten/kota dan kampus-kampus di Aceh.
Sehari sebelum acara, saya mendapat pesan WA dari Pak Yarmen. Dalam pesan tersebut saya ditawari mengisi posisi Wakil Koordinator FAMe Chapter Sabang. Sedangkan posisi koordinator telah diisi oleh Ibu Melvi Fadhillah SP.d, guru SMP di Sabang.
Lokasi acara telah disepakati, yakni di Museum BPKS Kota Sabang. Saya hadir lebih awal karena masih belum cukup kenal dengan peserta yang mengikuti acara tersebut.
Acara diikuti lebih dari 40 orang. Kebanyakan mereka berprofesi sebagai guru dan dosen. Ada juga siswa-siswi yang ikut. Ini merupakan lingkungan baru bagi saya karena latar belakang pendidikan saya adalah kesehatan.
Saya cukup antusias dengan suasana seperti ini karena saya yakin ke depannya banyak ilmu yang bisa saya dapatkan dari mereka.
Acara dimulai pukul 09.30 WIB. Ada dua sesi, pertama pelantikan pengurus FAMe Sabang. Sesi kedua, kelas perdana yang diisi langsung oleh Yarmen Dinamika, wartawan Harian Serambi Indonesia.
Turut hadir Bapak Dr Mohd. Iqbal AR, MSi selaku Kacabdin Pendidikan Kota Sabang. Dalam sambutannya, Iqbal berharap dengan adanya FAMe di Sabang ke depannya mampu menambah minat literasi masyarakat Sabang, terutama anak mudanya.
Beliau juga sangat mendukung kegiatan FAMe dan berharap ke depannya akan rutin diadakan kelas menulis di Sabang.
Menurut Iqbal, ini merupakan salah satu langkah yang bagus dan strategis untuk meningkatkan kualitas pelajar, mengingat dari segi akreditasi semua sekolah di Sabang sudah cukup bagus.
Sekarang fokusnya adalah meningkatkan skill pelajar dan guru agar mampu bersaing dalam bidang literasi, bahkan numerasi.
Acara selanjutnya pelantikan pengurus yang dilakukan oleh Pak Hayatullah Zuboidi selaku Koordinator FAMe. Dalam sambutannya, Hayatullah banyak memberikan motivasi kepada peserta.
Alumnus Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry ini banyak bercerita mengenai terbentuknya FAMe. Sebelum menjadi FAMe, komunitas ini bernama Forum Barat Selatan (Barsela) Menulis. Kemudian pada 16 Agustus 2017, Barsela Menulis drubah namanya menjadi Forum Aceh Menulis, disingkat FAMe.
FAMe didirikan dengan maksud ingin meningkatkan geliat literasi di Aceh. Kehadiran FAMe disambut baik oleh banyak kalangan. Hingga akhirnya dibentuklah beberapa cabang FAMe, baik di tingkat kabupaten/kota maupun perguruan tinggi yang ada di Aceh.
| Layar yang Mengubungkan Kita |
|
|---|
| Asyiknya Belajar Alam di Sungai Lhok Buloh |
|
|---|
| Kepedulian Bupati Syech Muharram terhadap Aksara Arab Melayu melalui Program ‘Beut Kitab bak Sikula’ |
|
|---|
| Memetik Hikmah dari Peluncuran Buku MemoryGraph |
|
|---|
| Kenduri di Makam Putroe Sani, Dari Kejayaan Sultan Iskandar Muda ke Sunyi Makam Permaisuri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MUHAMMAD-NAUVAL-SABANG.jpg)