Breaking News

Konflik Palestina vs Israel

Usai Dipecat, Yoav Gallant Bongkar Fakta Mengejutkan PM Israel Benjamin Netanyahu

Eks Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant membongkar kelakukan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu usai dipecat.

Editor: Faisal Zamzami
Alberto PIZZOLI / AFP
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant berbicara selama konferensi pers bersama dengan Menteri Pertahanan AS, di Tel Aviv pada 18 Desember 2023. 

SERAMBINEWS.COM, TEL AVIV - Eks Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant membongkar kelakukan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu usai dipecat.

Gallant yang kerap berseteru dengan Netanyahu mengenai kondisi Gaza pascaperang, dipecat Netanyahu pada Selasa (5/11/2024).

Ia pun mengungkapkan fakta-fakta mengejutkan mengenai bekas atasannya tersebut.


Gallant mengungkapkan, sebenarnya tentara Israel telah mencapai semua tujuannya di Gaza.

Dia juga menyebut Netanyahu menolak kesepakatan damai untuk pembebasan tawanan, bertentangan dengan saran badan keamanannya sendiri.

Hal itu diungkapkan Gallant, Kamis (7/11/2024), saat bertemu dengan keluarga tawanan.

Pernyataan mengejutkannya itu langsung muncul di media-media Israel.

“Tak ada lagi yang perlu dilakukan di Gaza. Tujuan yang besar telah dicapai. Saya takut kami tetap berada di sana, karena hanya keinginan untuk tetap di sana,” ujarnya, dikutip dari The Guardian.

Ia pun mengatakan kepada keluarga tawanan bahwa ide Israel harus tetap berada di Gaza untuk menciptakan stabilitas, merupakan ide yang tak pantas, karena mengorbankan nyawa para tentara.

Baca juga: Brigade Al-Qassam Ledakkan Gedung di Gaza, Banyak Tentara Israel Tewas dan Terluka

Gallant dilaporkan juga memberi tahu keluarga tawanan bahwa hanya Netanyahu seorang yang bisa memutuskan untuk mencapai kesepakatan pembebasan tawanan dengan Hamas.

Pembebasan itu rencananya akan ditukar dengan pembebasan tawanan Palestina yang ada di penjara-penjara Israel, serta gencatan senjata sementara.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mencoba menjadi perantara untuk kesepakatan damai sejak Mei.

Bahkan Presiden AS Joe Biden telah mengumumkan cetak biru untuk fase kesepakatan, dan mengeklaim Netanyahu telah menerimanya.

Namun, PM Israel membuat sejumlah komentar yang memberikan jarak dari Biden dengan syarat-syarat baru.

Ia kemudian menginginkan syarat penempatan pasukan militer Israel (IDF) di Koridor Philadelphi di perbatasan Mesir-Gaza, yang ditolak Hamas.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved