Breaking News

Menuju Pilkada Aceh 2024

Koalisi NGO HAM Minta Polisi Serius Usut Kasus Teror Pilkada, jangan Sampai Ada Kesan Pembiaran

Berbagai kasus teror dan intimidasi menjelang Pilkada 2024 menjadi perhatian serius Koalisi NGO HAM Aceh.

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Direktur Koalisi NGO HAM, Khairil Arista. 

SERAMBINEWS.COM - Berbagai kasus teror dan intimidasi menjelang Pilkada 2024 menjadi perhatian serius Koalisi NGO HAM Aceh.

Termasuk kasus terakhir, yaitu intimidasi berupa ancaman pembunuhan terhadap Sekretaris Relawan Rumah Kita Bersama (RKB) Aceh Tamiang, Safuan.

Perlu diketahui, Koalisi NGO HAM termasuk salah satu lembaga independen yang bertugas mengawasi pelaksanaan Pilkada Aceh dan telah terdaftar secara resmi di KIP Aceh.

Direktur NGO HAM Aceh, Khairil Arista mengatakan, penyelenggara Pilkada harus lebih tegas dalam melakukan pengawasan.

Dan juga harus tegas dalam menindak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh tim sukses maupun oleh peserta Pilkada.
 
"Kita juga meminta kepada penegak hukum untuk mengusut kasus teror dan intimidasi yang terjadi dalam proses pilkada ini," kata Khairil.

Khairil lalu menyebutkan beberapa kasus teror yang terjadi, yang hingga saat inn belum diungkap ke publik.

Baca juga: Tiyong Geram Sekretaris RKB Aceh Tamiang Diancam Bunuh, Minta Polisi Segera Mengusut

Baca juga: Ancaman Bunuh Sekretaris RKB Aceh Tamiang Pelanggaran Serius Hak Demokrasi Rakyat

Di antaranya kasus penembakan kantor pemenangan di Pidie Jaya dan ancaman bunuh yang dialami Sekretaris Relawan Rumah Kita Bersama (RKB) Aceh Tamiang, Safuan.

Pihaknya memaklumi memang butuh waktu dalam penanganan kasus, apalagi jika tidak ada saksi-saksi atau bukti-bukti kuat yang mendukung penyelidikan tersebut.

Tetapi untuk kasus pengancaman Sekretaris RKB Aceh Tamiang, menurut Khairil, bukti-bukti yang ada sudah cukup kuat.

Korban mengenali pelaku pengancaman dan juga disaksikan oleh banyak warga setempat yang berada di lokasi kejadian.

"Jadi sebenarnya tidak ada alasan pengungkapan kasus itu dibiarkan berlarut-larut," 

"Jangan sampai terkesan di publik Aceh adanya pembiaran dalam kasus teror dan intimidasi yang terjadi selama pilkada ini," ujarnya.

Menurut Khairil, keamanan Pilkada Aceh 2024 yang dilaksanakan menjelang 20 tahun perdamaian, menjadi momen penting bagi Polda Aceh untuk membuktikan bahwa Aceh memang benar-benar sudah aman dan damai, lepas dari bayang-bayang konflik.

Baca juga: KIP Aceh Kekurangan 96.978 Surat Suara untuk Pilkada 2024, Sebanyak 5.883 Surat Suara Rusak

Baca juga: Aparatur di Aceh Besar Diingatkan Tak Memihak dan Terlibat Politik Praktis pada Pilkada 2024

"Karena itu, Koalisi NGO HAM meminta kepada pihak kepolisian atau penegak hukum terpadu agar lebih terlibat aktif dalam melakukan pengawasan terhadap proses pesta demokrasi di Aceh," pungkas Khairil.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved