Opini

Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Anak dalam Perspektif Keluarga, Masyarakat, dan Islam

Fenomena ini tidak hanya mencoreng nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga melanggar prinsip keadilan dan kasih sayang yang diajarkan dalam agama. 

Editor: Ansari Hasyim
SHUTTERSTOCK
kekerasan seksual anak 

Oleh: Neva Sempena*)

KEKERASAN seksual terhadap anak di bawah umur merupakan salah satu kejahatan paling tragis yang meninggalkan dampak psikologis, fisik, dan sosial jangka panjang pada korban. 

Dalam pandangan Islam, anak adalah amanah Allah SWT yang harus dijaga dan diperlakukan dengan penuh kasih sayang serta penghormatan. 

Fenomena ini tidak hanya mencoreng nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga melanggar prinsip keadilan dan kasih sayang yang diajarkan dalam agama. 

Oleh karena itu, pencegahan kekerasan seksual terhadap anak menjadi tanggung jawab kolektif, baik bagi keluarga, masyarakat, maupun lembaga pendidikan.  

Kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak sering kali terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi mereka, seperti keluarga, sekolah, atau komunitas. 

Misalnya, di Aceh, terdapat kasus 20 siswa yang menjadi korban kekerasan seksual oleh gurunya sendiri. 

Hal ini sangat ironis karena guru seharusnya menjadi pembimbing moral dan pelindung bagi murid-muridnya, bukan pelaku kekerasan. 

Lebih mengejutkan lagi, pelaku dalam beberapa kasus juga adalah anggota keluarga dekat, termasuk orang tua sendiri. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak memerlukan upaya yang lebih sistematis dan menyeluruh.  

Dalam Islam, menjaga dan melindungi anak adalah kewajiban utama bagi orang tua dan masyarakat. Allah SWT berfirman:  

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..."  (QS. At-Tahrim: 6)  

Ayat ini menegaskan tanggung jawab setiap individu, terutama orang tua, untuk menjaga keluarganya dari segala bentuk kerusakan, termasuk tindakan yang melanggar kehormatan anak. 

Namun, kenyataan menunjukkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan anak menjadi korban kekerasan seksual

Beberapa di antaranya adalah lemahnya pengawasan orang tua, penyalahgunaan kepercayaan oleh orang dekat, serta kondisi lingkungan yang rusak, seperti kemiskinan atau konflik keluarga.  

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved