Breaking News

Perang Gaza

Serangan Israel Menewaskan Puluhan Orang di Gaza dalam 48 Jam terakhir

Salah satu rumah sakit yang terkena dampak berat adalah Rumah Sakit Kamal Adwan di bagian utara Gaza, yang hampir tidak beroperasi

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/AFP
lebih dari 120 orang Palestina dilaporkan tewas, sementara serangan yang intensif menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas medis dan infrastruktur vital.  

Upaya untuk mencapai gencatan senjata telah dilakukan, namun sejauh ini tidak membuahkan hasil yang signifikan. Negosiasi yang dipimpin oleh Qatar, sebagai mediator, kini dihentikan hingga kedua belah pihak siap untuk membuat konsesi.

Hamas menginginkan kesepakatan yang mengakhiri perang dan membawa pembebasan para sandera, baik yang berasal dari Israel maupun warga asing yang ditahan di Gaza, serta warga Palestina yang dipenjara oleh Israel.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa perang ini hanya akan berakhir setelah Hamas dihancurkan.

Sementara militer Israel menyatakan bahwa tujuan operasi mereka di Gaza utara adalah untuk menghentikan serangan dan pergerakan pejuang Hamas, penduduk lokal khawatir bahwa tujuan utama Israel adalah untuk mengosongkan Gaza secara permanen, menjadikannya zona penyangga antara Israel dan wilayah Palestina.

 Israel membantah tuduhan ini, namun ketegangan dan keraguan di kalangan penduduk Gaza semakin meningkat.

Kondisi di Gaza semakin memburuk dengan banyaknya korban jiwa, cedera, dan kerusakan pada fasilitas vital, termasuk rumah sakit.

 Meskipun Israel mengklaim bahwa operasi militer mereka bertujuan untuk menghancurkan Hamas dan melindungi keamanan negara mereka, dampaknya terhadap warga sipil Palestina sangat besar.

Di tengah upaya gencatan senjata yang terhenti dan ketegangan yang terus meningkat, jalan menuju perdamaian tampaknya masih jauh.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved