Kupi Beungoh

Perempuan di Belakang Layar Pilkada Aceh

Pasangan yang cerdas dan mampu membaca peluang seperti ini tidak dimiliki oleh semua paslon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada Aceh

Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Muhibuddin Hanafiah 

Oleh: Muhibuddin Hanafiah

Kesuksesan seseorang dalam profesi atau karir lazimnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan pasangan (suami/istri).

Bagi seorang suami tentu saja sangat membutuhkan dukungan istrinya, demikian juga sebaliknya.

Dalam konteks pilkada Aceh sekarang ini kita bisa melihat bagaimana pasangan seorang calon gubernur dan wakil gubernur mendapat dukungan yang maksimal dari pasangannya dalam memperkrnalkan sosok paslon melalui kiprahnya sebagai pasangan paslon.

Geliat ini memiliki peluang yang besar bagi kesuksesan pasangannya untuk menjadi pemenang dalam Pilkada Aceh nanti.

Pasangan yang cerdas dan mampu membaca peluang seperti ini tidak dimiliki oleh semua paslon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada Aceh saat ini.

Pasangan yang cerdas akan mampu membuka ruang-ruang komunikasi yang lebih luas untuk memperkenalkan pasangannya sebagai paslon kepada masayarakat melalui sejumlah paket kegiatan yang dilakukannya.

Konon lagi kegiatan itu bernuansa keagamaan (dakwah), sosial (kunjungan-kunjungan) dan kemanusiaan (paket bantuan darurat bagi korban bencana).

Dukungan Istri

Kini terdapat empat perempuan hebat yang berada di belakang empat laki-laki calon gubernur dan wakil gubernur pada pilkada Aceh tahun ini, yaitu Marlina Usman istri Mualem, Mellani Subarni istri Bustami Hamzah, Mukarramah istri Dek Fadh, dan Sarina Aini istri Syekh Fadhil.

Keempat perempuan tersebut tentu saja dapat dikatakan telah ikut serta dalam mensukseskan karir politik suami mereka sampai ke taraf ini, yaitu sukses mengantarkan suaminya menjadi kandidat gubernur dan wakil gubenur. 

Namun kiprah mereka belum berhenti sampai pada tahapan ini saja tentunya, keempat perempuan hebat ini masih harus bekerja lebih ektra guna menempatkan suami mereka ke puncak tujuan, sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2024-2029 nanti.

Dari keempat perempuan ini ada yang telah dikenal kiprahnya oleh masyarakat Aceh lantaran suaminya pernah menjabat dalam pemerintahan Aceh sebelumnya, seperti Marlina Usman, istri Mualem dan Mellani Subarni, istri Bustami Hamzah.

Sebagaimana diketahui bahwa Mualem pernah menjadi Wakil Gubernur Aceh bersama Dokter Zaini (2012-2017), sedangkan Bustami Hamzah sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekda Aceh (2022-2024), Pj Gubernur Aceh (13 Maret 2024- 22 Agustus 2024). 

Marlina Usman (Kak Ana) telah berkiprah sebagai perempuan (istri) pendamping Mualem sewaktu menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh.

Untuk membantu dan menarik simpatisan dan dukungan masyarakat Aceh kepada Mualem yang akan menuju Aceh Satu tentu saja bagi Marlina sudah memiliki modal sebelumnya.

Saat sekarang ini Marlina terus bergerak ke berbagai kelas masyarakat untuk mengkampenyakan suaminya.

Melalui  Yayasan Tabina yang dibangunnya ia terus berbakti di ranah sosial. Menurutnya ia hadir ke dalam kehidupan masyarakat untuk mendukung suami, sebagai penyemangat, penguat dalam menghadapi dinamika perjalanan karir sang suami di ranah politik, ekonomi dan sosial.

Menurutnya kepemimpinan bukan sekedar kekusaan tetapi pengaabdian, keberhasilan suami terletak pada dukungan yang kuat dari keluarga terutama pasangan (istri) yang fungsinya bukan sekedar pendamping melainkan penggerak.

Marlina juga aktif menyemangati anak-anak muda yang tergabung dalam Simpul Gerakan Pejuang Mualem-Dek Fadh (siGam). Sumber; (Nasrullah dalam jurnalisme warga, Serambi Indonesia 10/102024). 

Dalam pantauan media, Marlina juga pernah membantu memulangkan janazah warga Aceh yang meninggal di Malaysia (Serambi, 7 Oktober 2024).

Perempuan hebat 

Hal yang sama juga dirasakan Ibu Mellani Subarni, B.BA atau dikenal dengan Bunda Ella. Beliau telah mendampingi Bustami Hanmzah sepanjang karirnya di jajaran Pemerintah Aceh.

Dalam beberapa tahun terakhir ini saja, dalam kapasitas sebagai istri pejabat ia telah berkiprah dalam banyak jabatan seperti Pj Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Pembina Posyandu Aceh, Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh,  Ketua atau Bunda Generasi Berencana (GenRe) dan Bina Keluarga Balita (BKB) Aceh, Bunda Literasi Aceh, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DPW) Aceh.

Dalam akun Instrgramnya, Bunda Ella menulis; “Kita bisa karena kita bersama”.

Tentu saja regam jejak ini sedikit banyaknya akan membantu Om Bus untuk menarik dukungan masyarakat Aceh sebanyak mungkin melalui kibrah Bunda Ella sepanjang karir jabatannya di jajaran Pemerintah Aceh.

Namun untuk dua bulan terakhir ini, nampaknya Bunda Ella harus bekerja keras untuk melakukan sesuatu yang berarti guna meloloskan Om Bus sebagai Gubernur Aceh. 

Sejauh pantauan di media masa atau media sosial, Bunda Ellah aktif berduet dengan Ibu Dr. Sarina Aini, istri dari Syekh Fadhil, dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan dan pendidikan keumatan.  

Hal yang sedikit berbeda saya alami ketika hendak mencari data atau informasi tentang istri dari Fadhlullah atau Dek Fadh.

Pada Wikipedia tertulis bahwa nama istri Dek Fadh adalah Mukarramah, cuma itu saja tanpa keterangan lain yang lebih melengkapi. 

Pada jejek digitalpun sulit menemukan postingan Dek Fadh bersama istri atau keluarga sebagaimana layaknya pasangan figur publik lainnya.

Foto atau informasi tentang Dek Fadh di media masa lebih banyak fokus pada organisasi politik dan aktifitas partai politik yang dipimpinnnya. 

Publikasi ke ruang publik kurang atau tidak sama sekali melibatkan keluarga atau sengaja untuk tidak diekspos.

Sehingga bagaimana kiprah keluarga dan istri khususnya terhadap perjuangan Dek Fadh menuju Aceh 2 tidak banyak diketahui publik.

Sementara itu, Dr. Sarina Aini, Lc, M.Ag atau istri Syekh Fadhil bisa dikategorikan cukup aktif mempublikasikan rutinitas kesehariannya di media sosial, baik sebelum pencalonan Syekh Fadhil sebagai wakil Om Bus apalagi setelah pencalonan suaminya sebagai wakil gubernur.

Ibu Sarina memiliki kapasitas yang lumayan mumpuni di samping sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya. 

Sebagai seorang ilmuan, Ibu Sarina menekuni berbagai profesi dan dijalankannya secara aktif di ruang publik. Ia seorang dosen, pendakwah, organisatoris, dan aktivis sosial keagamaan.

Semenjak Syekh Fadhil  mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur, Ibu Sarina meningkatkan sinerginya untuk memperkenalkan cita-cita dan harapan suaminya untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Aceh.

Ikhtiar membawa hasil 

Ia melakukan sejumlah aktivitas amal, seperti membawa ibu-ibu bertakziyah ke kediaman alm Tu Sop, ulama kharismatik Aceh, mengunjungi korban banjir di Salim Pinim Kecamatan Tanoh Alas Aceh Tenggara, pulang kampung ke tanah Gayo dan mengajak masyarakat Gayo mendukung perjuangan Syekh Fadhil, menyampaikan ceramah maulid bersama jamaah ibu-ibu, sharing dan diskusi masalah parenting dengan sejumlah kelompok perempuan, mengisi pengajian Salimah Sabang, mengasuh Pengajian Subuh bersama jamaah perempuan, menyampaikan ceramah maulid bagi ibu-ibu di lingkungan pemerintah dan sosial, mengisi kajian keislaman di radio dan telivisi, sharing ide at Pokat (Podcast IKAT), turut aktif pada Safari Dakwah Daiyah Kota Banda Aceh.

Menurutnya perempuan harus berbuat dan bukan hanya laki-laki saja yang berbuat, Aceh ini bukan tentang laki-laki saja tetapi tentang perempuan. Masalah hasil dari apa yang diusahakan ini adalah tentang takdir, kita hanya diminta untuk ikhtiar, demikian ia pernah mengatakan kepada media jurnalis suatu ketika.

Mencermati peran dan kontribusi para perempuan hebat ini kiranya bisa kita katakan bahwa ikhtiar mereka sungguh luar biasa untuk mengkampanyekan sosok, visi dan misi serta program pembangunan yang bakal dilaksanakan jika suami mereka terpilih nanti.

Saya kira keterliban para istri hebat ini dalam mempromosikan masing-masing suami mereka sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat. Mereka akan menilai mana sosok pendamping pasangan calon yang memiliki kapasitas sehingga nanti dapat mengkontribusikan gagasan-gagasan pembangunan yang memihak kepada rakyat bawah.

 Jika boleh dibanding-bandingkan dari ketika istri kandidat yang akan menuju ke Aceh 1, maka secara kasat mata dapat dikatakan bahwa Ibu Sarina Aini sepertinya sedang berada di lini terdepan untuk saat ini.

Semoga kiprah perempuan yang mendampingi calon pemimpin Aceh ke depan semakin nyata dampaknya kepada masyarakat Aceh secara keseluruhan. Semoga!

 

Penulis adalah Akademisi Darussalam dan Dosen UIN Ar-Raniry. 

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Artikel KUPI BEUNGOH lainnya baca DI SINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved