Jurnalisme Warga
Memanen Ekoenzim di Pesantren Baitul Arqam
Lalu, apa sebenarnya ekoenzim itu? Nah, saya akan ceritakan pengalaman saya dan teman-teman saat pertama kali kami diberi tahu mengenai ekoenzim dan s
NABILA ALFATHYA, Siswi Kelas XI Madrasah Aliyah Baitul Arqam, melaporkan dari Sibreh, Aceh Besar
Dahulu, saya pikir memanen itu hanya bisa dilakukan pada tanaman yang kita semai. Namun, baru-baru ini saya mulai paham bahwa ada juga yang namanya memanen ekoenzim.
Lalu, apa sebenarnya ekoenzim itu? Nah, saya akan ceritakan pengalaman saya dan teman-teman saat pertama kali kami diberi tahu mengenai ekoenzim dan segala manfaatnya hingga bagaimana proses pembuatannya.
Pada tanggal 6 November, kami kedatangan tamu dari Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh. Ini bukan kali pertama tim tersebut datang ke Baitul Arqam. Pada Juli dan Agustus 2024 tim yang diketuai oleh Ibu Suwarniati MP dan beranggotakan Ibu Qurratu Aini MPd, Ibu Dr Rosnidarwati MA, Ibu Mutia Zahara MSc, PhD, serta dua mahasiswa, yaitu Arif Fadhila dan Ahmad Zacky, datang ke pesantren kami.
Tim ini berasal dari Jurusan Tadris Biologi Unmuha Aceh. Kami diberikan pelatihan setengah hari. Materi yang disampaikan berjudul Pemberdayaan Inovasi Lorali dalam Pengembangan Ekoenzim, yang merupakan Hibah Kemendikbudristekdikti 2024 yang disampaikan oleh Prof Dr Febriani MSi, pakar dalam bidang biokimia-molekular genetik dan protein FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK).
Lorali yang dimaksud adalah limbah organik ramah lingkungan. Pada pelatihan tersebut, Prof Febriani menjelaskan pengertian ekoenzim, yaitu cairan hasil fermentasi dari sampah organik, seperti gula atau molase, sisa buah-buahan atau sayur-sayuran, dan air (bisa air pembuangan AC, air hujan, maupun air keran) yang diolah secara alami.
Ekoenzim ini ditemukan oleh pendiri Asosiasi Pertanian Organik di Thailand, yaitu Dr Rosukon Poompanvong, yang telah melakukan penelitian sejak tahun 1980-an. Rosukon ingin menghasilkan enzim dari sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih serbaguna dengan cara menggunakan limbah organik yang difermentasi untuk pemupukan tanaman dan pembasmi hama.
Lalu, limbah organik tersebut dikenal sebagai garbage enzyme (enzim sampah) yang kemudian dikenal sebagai ‘ecoenzyme’. Ekoenzim sendiri memiliki banyak manfaat, beberapa di antaranya sebagai cairan pembersih serbaguna.
Ekoenzim bisa ditambahkan ke cairan pengepel lantai, juga bisa digunakan sebagai pupuk tanaman, sebagai pembersih hama, dan membantu dalam melestarikan lingkungan.
Pada kesempatan itu, kami juga diajarkan cara membuat ekoenzim. Kami dibagi ke dalam empat kelompok, dua kelompok putri, dua kelompok putra. Setelah itu, kami diberikan masing-masing gula merah dan kantong kresek yang berisi sampah organik berupa kulit buah-buahan dan batang sayur sawi.
Bermacam-macam kulit buah yang ada di dalam kresek tersebut. Ada kulit jeruk, buah naga, semangka, mentimun, dan masih banyak lainnya.
Tim Pengabdian Unmuha juga menyediakan wadah sebagai tempat penampungan dan spatula untuk mengaduk campuran sampah organik, molase, dan air. Kemudian, kami diarahkan untuk memotong kulit buah tersebut menjadi kecil-kecil.
Setelah dipotong, sampah organik tadi lalu ditimbang sesuai takaran yang telah ditentukan, kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang telah disediakan. Tak lupa dicampurkan dengan gula merah yang sudah dihaluskan, lalu ditambahkan air sesuai takaran dan diaduk sampai rata.
Bahan-bahan yang sudah diaduk merata dalam wadah, ditutup rapat. Agar lebih kedap udara, tutup wadah tersebut direkat dengan lakban sampai benar-benar tak bisa dibuka. Hasil ekoenzim tersebut, kemudian kami simpan dalam jangka waktu tiga bulan. Selama tiga bulan tersebut, kami terus memantau perkembangan dari ekoenzim yang telah kami buat.
Kami juga diminta mengamati, apakah ada jamur pitera yang tumbuh. Jamur pitera biasa tumbuh di atas permukaan ekoenzim pada minggu kedua atau minggu ketiga. Jamur tersebut berwarna putih sedikit kecokelatan, tetapi tak semua proses pembuatan ekoenzim menghasilkan jamur pitera. Jamur ini dapat digunakan sebagai masker wajah, dapat mengencangkan wajah, dan masih banyak manfaat lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/NABILA-ALFATHYA-LAGI.jpg)