Jurnalisme Warga
Memanen Ekoenzim di Pesantren Baitul Arqam
Lalu, apa sebenarnya ekoenzim itu? Nah, saya akan ceritakan pengalaman saya dan teman-teman saat pertama kali kami diberi tahu mengenai ekoenzim dan s
Selain pemantauan jamur, kami juga harus mengecek apakah muncul gas yang ditandai dengan menggelembungnya tutup wadah. Jika ada gas, tutup wadah digeser sedikit untuk mengeluarkan udara.
Ekoenzim boleh dipanen setelah tiga bulan. Pada hari panen, kami membuka tutup wadah ekoenzim dengan hati yang tak sabaran. Sebelum kami membukanya, Tim Pengabdian Masyarakat Unmuha Aceh menyediakan saringan, botol, dan corong untuk digunakan ketika menyalin air tersebut ke dalam wadah lain. Alat-alat tersebut diberikan kepada masing-masing kelompok.
Ketika tutup wadah dibuka, aroma yang dikeluarkan oleh ekoenzim tersebut berbeda-beda, sesuai dengan bahan dasarnya. Aroma yang dihasilkan dari kulit buah dan kulit sayur berbeda. Seperti aroma ekoenzim yang dihasilkan oleh salah satu kelompok putra, aroma ekoenzim yang dicampur dengan buah lebih wangi dari aroma ekoenzim yang di dalamnya ada campuran sayur. Walaupun ada campuran sayur di dalamnya, tetap saja aroma yang dominan atau aroma yang khas dari tiap kelompok, yaitu aroma jeruk yang sangat menyengat.
“Kemungkinan aroma jeruk yang dihasilkan oleh ekoenzim yang kalian buat itu karena lebih banyak menggunakan kulit jeruk daripada kulit buah lain,” kata Bu Mutia Zahara.
Tak hanya aromanya saja yang hampir sama, tetapi warnanya juga. Warna dari ekoenzim yang kami hasilkan dominan berwarna oranye. Baik itu oranye terang maupun oranye pudar. “Mirip nurdin, ya,” kata salah satu teman saya yang menyebut salah satu minuman Nutrisari dingin yang sering disingkat jadi nurdin.
Namun, beberapa di antaranya hampir sewarna dengan capucino susu. Biasanya itu hasil yang terakhir atau ekoenzim yang terakhir disaring.
Kami menyalin ekoenzim tersebut ke dalam botol kemasan 500 ml dan 250 ml yang telah disediakan. Kami juga menggunakan corong dan saringan. Memanen ekoenzim ternyata menyenangkan sekali.
Kami mengambil airnya saja, lalu sisa kulit buah dan sayuran yang sudah difermentasikan tadi disatukan ke dalam ember dan dapat digunakan sebagai pupuk organik.
Ekoenzim dapat digunakan sebagai pembersih kamar mandi, pembersih kaca jendela, sebagai pembersih lantai, dan masih banyak lainnya. Namun, untuk pewangi lantai, sebaiknya harus dicampur dengan campuran lain agar aromanya lebih wangi.
Penggunaan untuk pembersih kamar mandi dapat dipakai dengan perbandingan 1:10.
Ekoenzim ini memang memiliki sangat banyak manfaat, bahkan saat ini pemerintah sudah mendukung penggunaan ekoenzim sebagai pembersih limbah di sungai.
Saat ini kami sudah menggunakan ekoenzim ini sebagai pembersih lantai dan pembersih kamar mandi di asrama. Untuk pemakaian pembersih lantai, memang sebaiknya menggunakan pewangi tambahan. Jadi, selain lantainya bersih dari kuman, aromanya juga lebih wangi. Paling penting ekoenzim ini ramah lingkungan dan bisa mengurangi limbah dapur. Apalagi seperti kami yang tinggal di sekolah asrama, biasanya banyak menghasilkan limbah dapur.
Tim Pengabdian Unmuha akan mendampingi kami untuk membuat ekoenzim dari limbah di dapur asrama. Saya sendiri berharap, kelak ketika saya pulang ke rumah, bisa juga mengaplikasikannya di rumah kami.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/NABILA-ALFATHYA-LAGI.jpg)