Jurnalisme Warga

Asa Baru di Puncak Hari Guru Nasional 2024

Kemeriahan terasa sejak pagi, dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto, sejumlah menteri, perwakilan guru, tenaga kependidikan dari seluruh provinsi

|
Editor: mufti
IST
FAISAL, S.T., M.Pd., Kepala SMKN 1 Julok, Ketua IGI Daerah Aceh Timur, dan Pengurus IGVI Pusat, melaporkan dari Jakarta 

FAISAL, S.T., M.Pd., Kepala SMKN 1 Julok, Ketua IGI Daerah Aceh Timur, dan Pengurus IGVI Pusat, melaporkan dari Jakarta

Di Jakarta International Velodrome, ribuan guru, tokoh pendidikan, dan tokoh masyarakat berkumpul merayakan puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2024 pada 28 November 2024. Ini menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan Indonesia.

HGN tahun ini mengusung tema "Guru Hebat, Indonesia Kuat". Acara ini tidak hanya menjadi ajang penghormatan kepada guru, tetapi juga momentum refleksi bersama untuk memperkuat fondasi pendidikan bangsa.

Kemeriahan terasa sejak pagi, dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto, sejumlah menteri, perwakilan guru, tenaga kependidikan dari seluruh provinsi, dan 74 organisasi profesi guru.

Para guru dan tenaga kependidikan yang hadir dipilih melalui Jamboree Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), yang diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak (BGP) di masing-masing provinsi.

HGN ini bertujuan memperkuat kolaborasi antarpendidik sekaligus mengapresiasi kontribusi mereka dalam membangun karakter bangsa.

Kehadiran organisasi profesi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas pendidikan dalam menghadapi tantangan global.

Acara ini mengusung semangat optimisme dan harapan besar bagi masa depan pendidikan Indonesia.

Presiden Prabowo dalam pidatonya menyampaikan berbagai kebijakan baru yang menjadi kabar baik bagi guru di seluruh tanah air.

Salah satu poin utama dalam pidato Presiden Prabowo adalah komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Guru ASN yang telah bersertifikasi akan terus menerima tambahan kesejahteraan sebesar satu kali gaji pokok.

Bagi guru non-ASN bersertifikasi, tunjangan profesi guru (TPG) dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

Kebijakan ini didukung oleh anggaran sebesar Rp16,7 triliun, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para pendidik yang menjadi garda terdepan pendidikan.

Selain kesejahteraan, pemerintah juga fokus pada pengembangan kompetensi guru. Pada tahun 2025, sebanyak 806.486 guru, baik ASN maupun non-ASN, akan mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program ini dirancang untuk memastikan guru memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar pendidikan nasional.

Tidak hanya itu, sebanyak 249.623 guru yang belum menyelesaikan pendidikan D-4 atau S-1 akan mendapatkan bantuan pendidikan. Langkah ini memberikan kesempatan bagi para pendidik untuk meningkatkan kualifikasi merek sehingga mampu menghadapi tantangan pendidikan abad  21.

Perhatian tidak hanya diberikan kepada guru bersertifikasi. Guru non-ASN yang belum memenuhi syarat untuk sertifikasi juga akan menerima bantuan tunai langsung (semacam BLT). Saat ini, pemerintah sedang memverifikasi data jumlah penerima dan besaran bantuannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved