Rabu, 27 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Ancaman Pangan di Aceh Utara belum Teratasi, Pemerintah Diminta Serius Benahi Akar Persoalan

“Kami mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera bertindak memberikan solusi nyata," tegas Zulfikar.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Dok Pribadi
Ketua Gerakan Pemuda Berusahatani (Geupeubut) Aceh Zulfikar Mulieng, SP, MSi 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Aceh Utara menghadapi ancaman serius terhadap ketahanan pangan akibat berbagai masalah yang belum tertangani dengan baik dalam beberapa tahun terakhir ini.

Di antaranya persoalan kerusakan Bendung Irigasi Krueng Pase yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir tanpa perbaikan.

Kemudian, persoalan banjir yang sering menyebabkan terjadinya gagal panen. 

Selain itu, persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi yang sering terjadi pada musim tanam.

Ketua Gerakan Pemuda Berusahatani (Gepeubut) Aceh, Zulfikar Mulieng, SP, MSi dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Minggu (15/12/2024), menyoroti kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh sektor pertanian di Aceh Utara.

Menurutnya, kerusakan Bendung Irigasi Krueng Pase, ancaman banjir, kelangkaan pupuk bersubsidi, dan fluktuasi harga, menunjukkan kurangnya perhatian serius dari pemerintah.

Irigasi yang rusak, banjir yang rutin terjadi, kelangkaan pupuk bersubsidi, hingga harga hasil panen yang tidak stabil, urainya, adalah cerminan minimnya langkah strategis untuk mendukung sektor pertanian di Aceh Utara.

“Kami mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera bertindak memberikan solusi nyata," tegas Zulfikar.

Ia juga mengkritik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang dinilai kurang serius dalam mencari solusi bagi para petani.

Zulfikar menyoroti bahwa kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) seharusnya menjadi momen penting untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan. 

Namun, hal tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Seharusnya pemerintah daerah melaporkan secara utuh masalah yang dihadapi petani, termasuk kerusakan Bendung Irigasi Krueng Pase,” papar dia. 

“Sayangnya, hal itu tidak dilakukan, menunjukkan kurangnya perhatian terhadap nasib petani," ujarnya.

Gepeubut bersama para petani berharap kunjungan Mentan kali ini menjadi titik balik dalam upaya menyelesaikan masalah yang menumpuk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved