Berita Bireuen

Delapan Remaja Bireuen Diserahkan ke Pesantren, Ini Kata Guru dan Orang Tua

Delapan remaja diamankan Polres Bireuen, Minggu (22/12/2024) malam tim Opsnal Polres Bireuen.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Mereka yang diamankan Polres Bireuen karena diduga hendak melakukan tawuran dipeusijuk di Mapolres Bireuen, Senin (23/12/2014) soee dan diantar ke salah satu pesantren selama dua minggu menjadi santri sebagai pembinaan terhadap mereka. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Delapan remaja diamankan Polres Bireuen, Minggu (22/12/2024) malam tim Opsnal Polres Bireuen.

Karena belum melakukan aksi tawuran, maka mereka dikirim ke salah satu pesantren. 

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP Jatmiko SH MH didampingi pejabat Polres lainnya usai pembinaan singkat di mushalla Mapolres Bireuen yang ikut dihadiri orang tua dan sejumlah guru tempat mereka belajar. 

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu satu unit sepeda motor merek honda Scoopy warna hitam, satu unit sepeda motor merk honda Vario warna merah. 

Kemudian, satu unit sepmor merk honda Beat warna hitam, satu unit sepmor merk honda Supra X 125 R warna hitam. 

Baca juga: Polres Bireuen Amankan Delapan Remaja, Begini Kronologinya

Kemudian sebanyak delapan unit HP mulai dari Samsung, Redmi, Oppo dan Vivo, tiga buah kaca botol minuman merk Tebs dan satu buah pipa yang sudah dimodifikasi berbentuk clurit warna biru. 

Kapolres Bireuen mengatakan, langkah dilakukan agar mereka tidak melakukan perbuatan merugikan dirinya sendiri, orang tua dan masyarakat.

 Amatan Serambinews.com, para orang tua maupun guru menyetujui langkah yang dilakukan Polres Bireuen dengan menyantrikan mereka selama dua minggu dan mendapat pengawasan dari jajaran Polres Bireuen.

 “Di sel Polres Bireuen ada 16 remaja yang ditahan karena melakukan aksi tawuran di Kutablang beberapa waktu lalu. 

Mereka yang delapan orang masih rencana melakukan aksi dan belum kedapatan serta tidak membawa benda tajam, maka mereka dititip ke salah satu pesantren selama dua minggu,” ujarnya.  

Baca juga: Benny Gantz Minta Israel Lakukan Serangan Langsung Terhadap Iran: Kesempatan untuk Mengkatalisasi

Yusri, salah seorang orang tua dari remaja tersebut dan mewakili orang tua lainnya mengatakan, langkah
yang dilakukan Polres Bireuen sangat baik terhadap mereka yang ditangkap. 

Mereka dititipkan ke pesantren mudah-mudahan menjadi pelajaran penting dan tidak nakal lagi. 

Sementara itu, Hasan Basri, salah seorang guru SMA di wilayah barat Bireuen mengatakan, sangat terimakasih kepada Polres Bireuen yang membimbing anak mereka dengan mengirim ke pesantren

Bagi sekolah juga menjadi pelajaran penting mendidik dan mempersiapkan mereka  bidang karakter dengan baik.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved