Berita Aceh Besar

Antisipasi DBD, Dinkes Aceh Besar Galakkan Penyemprotan Fogging

Meski begitu, langkah antisipasi terus dilakukan untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes Aegypti tersebut

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
Antisipasi DBD, Dinkes Aceh Besar Galakkan Penyemprotan Fogging. FOTO Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kuta Alam, Banda Aceh melakukan fogging atau pengasapan di sejumlah lokasi pada kecamatan tersebut, Senin (30/10/2023). 

Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Dinas Kesehatan Aceh Besar galakkan penyemprotan fogging di komplek perumahaan masyarakat.

Ini sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran aedes aegypti atau jenis nyamuk kosmopolitan yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Anita SKm MKes mengatakan, untuk saat ini sendiri pihaknya memastikan belum ada temuan kasus DBD yang di Aceh Besar.

Meski begitu, langkah antisipasi terus dilakukan untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Baca juga: DPRK Banda Aceh Ingatkan Pemko Antisipasi Penyakit Demam Berdarah, Sudah 251 Warga Terjangkit DBD

“Alhamdulilah saat ini belum ada temuan kasus DBD di Aceh Besar. Jika ada temuan, kita minta masyarakat segera melapor ke tim Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM),” kata Anita kepada Serambi, Senin (20/1/2025).

Dia mengatakan, Dinkes saat ini telah mengupayakan pencegahan dan penanggulangan DBD semaksimal mungkin, udah penyuluhan, PE, Fogging sesuai dengan anggaran yang tersedia di DAK.

“Mohon jika anggaran Puskesmas habis, kita mohon desa menganggarkan dengan dana desa terkait masalah kesehatan,” ujarnya.

Baca juga: VIDEO - Anti Nyamuk Mengenai Guling, Empat Rumah Ludes Terbakar di Kutacane

Selain itu, kata dia, mencegah penyebaran DBD tersebut bukan hanya tugas Dinkes dan Puskesmas saja,  melainkan masyarakat harus terus diberi edukasi perihal Fogging bukan hal utama untuk mencegah DBD.

Dimana pencegahan juga dapat dilakukan dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah (DBD). 

PSN DBD dilakukan dengan cara menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember air, dan tempat penampungan air minum. 

Kemudian, menutup rapat tempat penampungan air, seperti drum, kendi, dan toren air.

“Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk/ Menaburkan larvasida pembasmi jentik. PSN DBD perlu dilakukan secara rutin dan tepat sasaran,” jelasnya.

Baca juga: Mualem Ingatkan Ketua DPR Aceh Bek Syeh Syoh

Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan.

Seperti menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk.

“Nyamuk Aedes aegypti yang menularkan DBD menyukai air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah,” pungkasnya.

Baca juga: BREAKINGNEWS – Dosen Unimal Gelar Aksi Tuntut Presiden Prabowo Bayar Tukin ASN 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved