Berita Pidie
Kakankemenag Pidie, Abdullah Raih Gelar Doktor di Usianya yang Hampir 58 Tahun
Dengan demikian, pria kelahiran Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, 2 Juni 1967 itu sah meraih gelar doktor di usianya yang hampir 58 tahun.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail
Dengan demikian, pria kelahiran Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, 2 Juni 1967 itu, sah meraih gelar doktor di usianya yang hampir 58 tahun.
Laporan Idris Ismail I Pidie
SERAMBINEWS.COM, MEUREUEDU - Kepala Kantor Kementerian Agama atau Kakankemenag Pidie, H Abdullah AR MAg, meraih gelar doktor di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.
Gelar doktor ini diraih seusai dirinya berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor di Kampus Pasca-Sarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis (23/1/2025).
Dengan demikian, pria kelahiran Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, 2 Juni 1967 itu, sah meraih gelar doktor di usianya yang hampir 58 tahun.
Disertasinya itu berjudul "Perilaku Kepemimpinan Inovatif Kepala Madrasah Aliyah di Kabupaten Pidie"
Abdullah selaku promovendus berhasil mempertanggungjawabkan disertasinya itu di hadapan tim penguji, yakni Prof Dr Jamaluddin Idris MEd selaku Promotor, Dr Salahuddin MAg selaku Co-Promotor.
Delapan penguji lainnya, yaitu Prof Eka Srimulyani MA PhD, Dr Safriadi MA, Prof Dr T Zulfikar MEd, Dr Salami MA, Dr Iqbal SAg MAg, Dr Muhammad Nasir MHum, Dr Salahuddin MAg, dan Prof Jamaluddin.
Baca juga: Masrul Aidi Singgung Ternak Berkeliaran di Jalan, Malah Saran Polisi Beri Penghargaan untuk Pencuri
Turut hadir menyaksikan sidang ini, seratusan pejabat Kemenag di Aceh, termasuk para Kakankemenag yang merupakan rekan dari Abdullah.
"Syukur Alhamdulillah yang tak terhingga, berkat dukungan semua pihak, sehingga tanpa hambatan saya melewati sidang terbuka ini," kata Dr Abdullah kepada Serambinews.com, Sabtu (25/1/2025) malam.
Abdullah menyampaikan alasannya menulis disertasi berjudul "Perilaku Kepemimpinan Inovatif Kepala Madrasah Aliyah di Kabupaten Pidie".
Menurutnya, inovasi kepala madrasah sangat penting dalam memajukan pendidikan, sehingga ia melakukan penelitian tentang ini berdasarkan beberapa aspek utama, yakni visi strategis.
Kemudian orientasi terhadap pemangku kepentingan, iklim saling percaya keterbukaan dan komunikasi, serta kerja sama tim.
"Jadi penelitian untuk menghasilkan disertasi ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi di 8 MAN dalam Kabupaten Pidie," ujarnya. (*)
Baca juga: 497 Persil Tanah Ruas Jalan Milik Pemkab Pidie belum Bersertifikat, BPN Serahkan yang Sudah Siap
Jaksa Periksa Puluhan Kepala Sekolah di Pidie |
![]() |
---|
Kasus ASN di Pidie Diduga Predator Anak di Bawah Umur, Polisi Periksa Lima Saksi |
![]() |
---|
Ketika Kapolres Pidie dan Istri Masak Kuliner Mi Suree di Ujong Pie Laweung |
![]() |
---|
Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Eks PNPM di Pidie Rp2,4 Miliar, Dikelola Sejak 2015 Hingga 2020 |
![]() |
---|
Murid SD 1 Sigli Dipangku Bunda PAUD Saat Diimunisasi, Dinkes Sebut Cakupan Rendah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.